Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Maret 2019

Viral Video Prabowo Salaman dengan Warga Pakai Sarung Tangan, Nusron Wahid: Gemblung!


OPERAIN- Sebuah video yang menggambarkan peristiwa Calon Presiden RI nomor urut 02, Prabowo Subianto yang menyalami masyarakat menggunakan sarung tangan, viral di media sosial. Vodeo ini di unggah oleh akun twitter @P3nj3l4j4h pada Kamis 14 Maret 2019.

Dalam video tersebut terlihat Prabowo tengah berada di atas mobil Alphard berwarna putih dengan bagian sunroofnya yang terbuka. Kemudian di sekeliling Prabowo, masyarakat berkumpul.


loading...


Saat akan menyalami masyarakat, Prabowo mengenakan sarung tangan berwarna cokelat muda. Setelah mengenakan sarung tangan tersebut, Prabowo menyalami masyarakat yang ada di lokasi.

Video tersebut diunggah di Twitter dengan caption 'Menemui pendukung salaman Knp harus pakai sarang tangan Pak. kemarin Pak Jokowi juga harus berdarah kena cakar Tp tetap melanjutkan salaman dg Rakyat'.

Peristiwa ini langsung ditanggapi oleh Politikus Golkar Nusron Wahid menilai bahwa Prabowo merasa jijik dengan tangan rakyat, dia kan mau jadi presiden kenapa harus jijik, seakan merasa risih, itulah ciri ciri orang gemblung ujar Nusron Wahid kepada wartawan, Jumat (16/3/2019) saat di temui di kediamannya.

"Dalam ilmu hidup ataupun agama kita dilarang untuk saling membeda bedakan sesama umat, itu berarti Prabowo udah melanggar apa yang di ajarkan oleh agama dong?

Tapi jika Prabowo tidak merasa salah maupun dirinya merasa benar berarti dia memang sudah mulai gak waras, calon pemimpin seperti itu tidak usah dipilih.



loading...



Pokoknya beda banget sama pak Jokowi, bagaikan langit dan bumi ujar Nusron Wahid.

Pak Jokowi  malah sangat menikmati saat turun ke rakyatnya dan selalu sempatkan bersalaman langsung sebagai tanda sangat mencintai rakyatnya," kata Nusron Wahid

Rabu, 13 Maret 2019

Maruf Amin: Saya Ini Ibarat Kapal Nabi Nuh, InsyaAllah Umat akan selamat dunia akhirat Jika Memilih Saya


OPERAIN- CALON wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin Amin mengibaratkan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai kendaraan penyelamat umat seperti kapal Nabi Nuh. Hal itu disampaikan Maruf Amin saat menghadiri peringatan Harlah ke-93 NU di Lapangan Prawitasari, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019).

NU, menurut Maruf Amin, menjadi kendaraan penyelamat dari gonjang-ganjing cara berpikir pemahaman keagamaan. "Yang selama ini ada yang ke kanan dan ke kiri, NU berada ditengah, sebagai penyelamat.


loading...


Kapal NU kayak kapal Nabi Nuh," ujar Maruf Amin di hadapan ribuan peserta yang hadir di Harlah NU. Maruf Amin mengisahkan kapal Nabi Nuh menjadi penyelamat saat banjir besar datang. NU, ucap Maruf Amin, juga sebagai kendaraan penyelamat, yang akan menyelamatkan seluruh umat yang berada di dalamnya dari gelombang gonjang-ganjing pemahaman keagamaan. "Siapa naik kapal NU insyaallah akan selamat dunia akhirat.

Makanya jangan sampai ketinggalan, kayak anak Nabi Nuh tidak mau naik perahu, justru berlindung di gunung," tutur Maruf Amin. Umat yang berada di dalam kapal NU, kata Maruf Amin, akan selamat dari gelombang. loading... "Nabi Nuh kan NU-H. Sekarang H-nya dibuang jadi perahu NU.

Jangan berdiri di pinggir nanti kena gelombang, kalau ikut gelombang nanti terbawa gelombang. Ikut kiai NU insyaallah selamat," papar Maruf Amin. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini mengajak seluruh warga NU bersyukur karena NU telah mencapai usia 93 tahun. Bagi Maruf Amin, usia 93 tahun bukanlah umur yang pendek.

Tak semua organisasi bisa berumur panjang. Maruf Amin mengatakan, NU akan akan terus menjalankan tugasnya menjadi perekat dan penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Ada organisasi yang hanya seumur jagung, begitu tumbuh setahun, dua tahun sudah wabilahitaufiq wal hidayah," ucapnya. Tak Suka Disebut Cuma Jadi Alat Sementara itu Maruf Amin tak berkenan disebut sekadar jadi alat politik pada Pemilihan Presiden 2019.



loading...



Hal itu disampaikan Maruf Amin saat mengadiri Harlah ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019) siang. Di kesempatan itu, Maruf Amin sempat membantah isu mengenai dirinya dijadikan alat politik di Pilpres 2019, dengan mendampingi calon presiden (petahana) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

"Ada yang bilang, 'paling KH Maruf Amin hanya jadi alat'. Emang saya pacul. Yang jadi alat kan pacul," ujar Maruf Amin di hadapan ribuan peserta yang hadir di Lapangan Prawatasari, Sawah Gede, Cianjur. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini merasa isu itu ingin menjatuhkan martabat seorang ulama. Maruf Amin meminta agar kabar itu tak terus menerus disebarkan, karena dapat membuat masyarakat waswas. "Kiai dibilang jadi alat. Itu menghina itu.

Ente jangan sembarangan. Tapi kalau untuk jadi alat pembangunan, untuk Indonesia maju, tentu saya siap. Ini tugas agama dan tugas negara," tegas Maruf Amin. "Dibilang sudah tua lah, jadi alat lah.

Itu namanya tukang bikin waswas," sambung Maruf Amin. Dalam acara Harlah ke-93 NU di Kabupaten Cianjur ini, dihadiri Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cianjur KH Abdul Qodir, dan Ketua PCNU Kabupaten Cianjur KH Choirul Anam. Berharap ada ulama jadi presiden “KALAU saya bisa jadi Wakil Presiden (Republik Indonesia).

Saya berharap ke depan nanti ada ulama jadi Presiden (2024-2029).” Kalimat itu dilontarkan calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin, di atas mimbar dalam pidato deklarasi dukungan dari Jaringan Alumni Mesir Indonesia (JAMI) di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (9/2/2019). Riuh tepuk tangan ratusan anggota JAMI menyambut harapan besar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu. Maruf Amin menyebut keputusan maju dalam Pemilihan Presiden 2019 bukan tanpa pertimbangan, dan desakan dari para ulama Nadhlatul Ulama untuk membuatnya menerima tawaran Jokowi.

Pangeran Syayid Peto Endah itu menghargai ajakan Jokowi untuk didampingi ulama untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah tantangan kondisi politik.

“Banyak yang bertanya kenapa Pak Jokowi pilih saya, padahal ada banyak opsi politisi bisa, pengusaha bisa, profesional bisa, TNI/Polri bisa. Itu berarti beliau menghargai ulama,” ujar Maruf Amin. Maruf Amin meyakini bisa menjaring lebih banyak suara dari ratusan anggota JAMI, setelah mendeklarasikan dukungan.

“Dukungan JAMI ini potensinya besar sekali, karenanya saya yakin pasangan 01 kami akan semakin punya harapan besar untuk memenangkan Pilpres 2019,” ucapnya.

Ketua JAMI Aas Subarkah dalam pidatonya menyampaikan komitmen besar sekaligus berperan aktif dalam menyebarluaskan visi misi pasangan Jokowi-Maruf Amin. “Kami akan mendukung menyebarkan prinsip Islam Wasatiyyah dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Juga membangun bangsa untuk tegaknya Indonesia,” kata Aas..Selanjutnya

Selasa, 12 Maret 2019

Xi Jinping: Hasil pemilu Indonesia Sangat Penting, Kemenangan Prabowo adalah ketidakpastian bagi Cina


OPERAIN,- Jika Joko Widodo terpilih kembali, mungkin tak menjadi soal. Hubungan mesra yang terjalin sepanjang empat tahun terakhir akan bertambah legit.

Itu juga bermakna dukungan Indonesia atas ambisi Cina tentang proyek jalur sutra One Belt, One Road atau OBOR bakal berlanjut. Sebaliknya, jika Prabowo Subianto yang memenangkan pemilu, maka sudah pasti akan ada banyak perubahan yang bakal terjadi. Prabowo adalah ketidakpastian bagi Cina.


loading...


Capres Prabowo memang sudah mengatakan bahwa Cina sangat penting bagi Indonesia. Karena itu hubungan Indonesia dengan Negeri Panda itu harus dijaga.

Pernyataan Prabowo ini disampaikan setelah menghadiri Hari Nasional China di Jakarta, 27 September tahun lalu.

Tak perlu diragukan keseriusan Prabowo dengan pernyataan itu. Hanya saja, bagaimana nantinya teknis pelaksanaan sikap itu, tentu akan berbeda sama sekali dengan kebijaksanaan Jokowi selama ini. Apalagi seorang pengurus Gerindra menjanjikan akan meninjau proyek-proyek yang dibiayai Cina jika Prabowo memenangkan pemilu.
Road To Senayan

Hasil pemilu Indonesia amat penting bagi Cina setelah dua pemilihan umum di Asia Tenggara (ASEAN) baru-baru ini menunjukkan spektrum yang berubah.

Kemenangan koalisi Pakatan Harapan pada pemilihan 9 Mei 2018 lalu, membuat Malaysia menjaga jarak dengan Cina.


loading...


Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, telah membatalkan proyek infrastruktur yang didukung Cina senilai US$22 miliar, termasuk jalur kereta api berkecepatan tinggi dengan alasan kehati-hatian fiskal.

Hasil pemilu Malaysia adalah kekalahan Cina. Asal tahu saja, Cina membutuhkan ASEAN tidak hanya pada urusan dagang, melainkan juga untuk meraih dukungan politik ASEAN terhadap kebijakan luar negerinya.

Selain menyangkut proyek jalur sutra OBOR yang digagas Pemerintah Cina mulai tahun 2013, Cina juga butuh dukungan terkait sengketa Laut Cina Selatan yang menyeret Filipina, Cina, dan Jepang.

Salah satu proyek jalur sutra itu adalah pembangunan rel kereta logistik sepanjang 12.000 kilometer dari Kota Yiwu, Cina, menuju London, Inggris. Rute pengiriman barang dari Cina ke Eropa melalui kereta dinilai lebih efektif dari segi biaya dan waktu ketimbang melalui armada laut atau udara.

Tak hanya jalur darat, proyek ini juga mendesain jalur maritim yang akan melewati tiga negara ASEAN, antara lain Vietnam, Malaysia, dan Indonesia. Dari ASEAN, jalur ini akan mengantarkan Cina menuju India, Afrika Timur, Afrika Utara dan berlanjut ke Italia.

Pada tahun 2014, Xi Jinping menjelaskan bahwa prakarsa baru Cina ini bukan melulu soal ekonomi dan uang, namun berlandaskan pada "nilai-nilai bersama".

Elemen Domino

Kembali ke soal pemilu di ASEAN, berbeda dengan di Malaysia, pemilihan umum di Kamboja boleh dibilang dimenangkan Cina.

Kamboja kini, oleh banyak pihak, dianggap menjauh dari Barat dan mendekat ke Beijing. Kamboja meninggalkan demokrasi multi-partai untuk otoritarisme satu partai. Itu mirip dengan dominasi Partai Komunis China di Cina.

Wajar jika banyak kalangan menilai Kamboja sebagai ‘elemen domino’ pertama yang jatuh dalam ambisi besar regional Cina, untuk mendapatkan kontrol politik dan ekonomi atas kawasan di dekatnya.

Ya, Kamboja telah menjadi “koloni Cina” secara de facto di bawah Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang dipimpin oleh Perdana Menteri Hun Sen.

Meski begitu, sentimen anti-Cina terasa meningkat di negara itu. Argumen bahwa investasi Cina benar-benar membahayakan mata pencaharian banyak orang Kamboja-terutama di tempat-tempat seperti Sihanoukville dan Koh Kong-sangat berpengaruh.

Kritik publik berpusat pada kesepakatan konsesi bahwa pemerintah Kamboja bergabung dengan perusahaan Cina yang secara efektif memberikan hak tanah atas sekitar 20% garis pantai Kamboja.

Hal yang sama berlaku untuk partai komunis yang berkuasa di Laos. Negeri itu telah mengambil langkah-langkah untuk mengekang pertumbuhan sektor-sektor tertentu yang didominasi oleh investasi Cina. Langkah itu diambil sebagai jawaban atas kritik yang menguat dari rakyat setempat. Sektor-sektor yang mulai dikekang antara lain seperti perkebunan pisang dan pertambangan.

Di sisi lain, IMF telah menyatakan keprihatinan bahwa Laos berisiko jatuh ke dalam “jebakan utang” melalui proyek kereta api berkecepatan tinggi senilai US$6 miliar yang didukung Cina.

Selanjutnya Filipina. Negeri ini secara historis pro-AS. Hanya saja, di bawah Presiden Rodrigo Duterte, Filipina agak condong kepada Cina. Analis strategis Richard Javad Heydarian bilang bahwa Duterte suka menganggap dirinya sebagai “reinkarnasi para ‘titan pertengahan abad 20’ dari apa yang disebut Gerakan Non-Blok.”

Sedangkan Thailand telah meningkatkan hubungan militer dengan Cina sejak kudeta militer negara itu pada tahun 2014. Hanya saja,  kasus tenggelamnya dua kapal di dekat pulau resor Phuket pada awal Juli-yang menewaskan puluhan turis Cina-membuka betapa rapuhnya hubungan kedua negara.

Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwan menyalahkan operator tur Cina, dan mengomentari kecelakaan itu “sepenuhnya kesalahan orang Cina yang menyakiti sesama orang Cina.” Pernyataan Wongsuwan ini memancing seruan Cina untuk memboikot Thailand. Dan jika itu dilakukan bisa merugikan Thailand sekitar US$1,5 miliar karena pembatalan perjalanan turis Cina.

Hubungan Vietnam-Cina yang sedang manis-manisnya belakangan juga mengundang protes rakyat setempat, pada Juni tahun lalu. Mereka menentang undang-undang baru yang mengizinkan sewa lahan selama 99 tahun di zona ekonomi khusus kepada Cina. Publik telah mempersepsikan bahwa Partai Komunis yang berkuasa terlalu dekat dengan Beijing. Kondisi itu menyebabkan sumber ketidakstabilan terbesar negara itu.

Kembali ke Indonesia. Hubungan pemerintahan Joko Widodo dengan Cina telah mengundang kegelisaan publik atas membanjirnya tenaga kerja dari Nergeri Tirai Bambu.

Cina telah menjadi investor terbesar ketiga di Indonesia. Poyek-proyek infrastruktur baru yang mencakup pembangkit listrik dan taman industri, pelabuhan, dan infrastruktur lainnya digarap Cina. Para investor ini membawa tenaga kerja dari negeri leluhurnya. Soalnya, Cina menerapkan aturan proyek turnkey. Maknanya, Cina masuk dalam proyek infrastruktur dengan syarat boleh menggunakan produk, alat mesin, dan tenaga kerja dari mereka. Dan kesepakatan inilah yang disetujui Presiden Joko Widodo.

Di sisi lain, Indonesia juga telah menjadikan Cina sebagai sumber pinjaman baru. Per Oktober 2018, jumlah utang Indonesia ke Cina sebesar Rp252,5 triliun atau US$17,47 miliar.  Cina menjadi sumber utama tempat meminjam bagi Indonesia, setelah Singapura dan Jepang.

Angka-angka utang itu akan tambah menggunung di kemudian hari, jika Jokowi terpilih lagi. Indonesia sudah masuk dalam proyek OBOR. Negeri ini memiliki proyek infrastruktur di bawah skema OBOR yang direncanakan bakal menelan biaya US$201,6 miliar atau Rp2.700 triliun.

Bagi Asia Tenggara, peningkatan kerjasama ekonomi dengan Cina bisa jadi pedang bermata dua. Ambisi investasi Beijing tidak hanya ditujukan untuk pengembangan ekonomi, melainkan juga untuk memperbesar pengaruh geopolitis.

William A Callahan dari London School of Economics menjelaskan, ambisi Cina dengan slogan "Asia for the Asian" adalah retorika baru yang jauh melampaui sekadar kerjasama ekonomi antara negara di kawasan. "Bisa disimpulkan, Xi menganggap komunitas regional sebagai perpanjangan dari negara Cina, atau setidaknya sebagai bagian dari nilai-nilai peradaban Tiongkok," katanya. "Jadi, gagasan, struktur, dan proyek Xi dirancang untuk membangun pengaruhnya di kawasan dan pada tatanan dunia," tambahnya.

Yap Kioe Sheng dari University of Cardiff juga menjelaskan, prakarsa baru Cina memang tidak hanya menyasar pada perdagangan, namun pada tingkat yang lebih tinggi, yaitu perubahan geopolitik. Maka tidaklah berlebihan, jika banyak pihak yang curiga bahwa ada tangan-tangan Cina yang ikut bermain dalam pemilu Indonesia..Selanjutnya

Ketua KPU: China dan Rusia Retas Pangkalan Data KPU Untuk manipulasi Daftar Pemilihan Palsu


OPERAIND- Sejumlah peretas dari China dan Rusia menyerang pangkalan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam usaha mengacaukan pemilu presiden mendatang, demikian diungkapkan Ketua KPU Arief Budiman.

Sebagaimana diungkap Bloomberg, Arief mengatakan, serangan yang dilakukan para peretas itu termasuk usaha memodifikasi atau memanipulasi isi pangkalan data itu, seperti menciptakan daftar pemilih palsu.



loading...



Menurut Arief serangan itu tidak hanya dilakukan setiap hari tapi juga setiap jam. Ia mengungkapkan, tidak jelas apakah serangan itu ditujukan untuk mengacaukan Indonesia atau membantu salah satu kandidat untuk memenangkan pemilu. Namun, katanya, perilaku para pemilih bisa diubah bila legitimasi KPU diguncang.

Kementerian Luar Negeri China mengeluarkan pernyataan yang membantah tudingan Indonesia itu. Pernyataan itu mengatakan, Beijing tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan menentang keras peretasan.

Indonesia sejauh ini belum mengungkap bukti dugaan itu, tapi China mengatakan bersedia bekerjasama memerangi aksi peretasan itu kalau memang benar terjadi.

Rusia membantah melakukan serangan cyber di Indonesia. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, negaranya tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, khususnya proses pemilihan. “Kita tidak senang bila itu dilakukan terhadap negara kami dan kami tidak pernah melakukan itu,” kata Peskov kepada wartawan, Rabu (13/3).



loading...



Juru bicara kubu kampanye Presiden Joko Widodo menolak berkomentar mengenai peretasan pangkalan data KPU, dan tuduhan penipuan daftar pemilih yang dikemukakan tim kampanye calon presiden Prabowo Subianto.

Sumber: https://www.voaindonesia.com/a/indonesia-tuding-china-dan-rusia-retas-pangkalan-data-kpu/4827300.html

Minggu, 10 Maret 2019

Erick Thohir: Tak Bisa Mengurus Keluarga, Salah Satu Ciri Orang Gila


OPERAIND- Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Erick Thohir, mengkampanyekan berbagai keberhasilan yang dicapai oleh Jokowi di hadapan 3.000 emak-emak Bandung, pada acara Perempuan Bandung #01 Bersatu Optimis Indonesia Maju, di GOR Padjadjaran Bandung, Minggu (10/3).

Erick yang mengenakan kemeja putih mengatakan, sosok Jokowi adalah sosok pemimpin, sosok bapak sekaligus suami yang baik.


loading...


"Dan saya yakin ibu-ibu yang hadir di sini mau pilih suami yang baik kan. Karena kalau kita bisa mengurus keluarga ini menjadi salah satu ciri dia bisa mengurus negara," kalau ada suami yang gak bisa ngurus keluarga itu ciri orang gila katanya.

Dia menyatakan, Jokowi sangat mengapresiasi kaum emak-emak atau ibu-ibu dalam menjalankan kabinet kerjanya.

Hal tersebut, kata Erick, bisa dilihat dengan ditempatkannya sejumlah perempuan handal, cerdas dan pintar di dalam kabinetnya.

"Banyak sekali perempuan hebat yang dipilih Pak Jokowi sebagai menteri dan mereka memegang hal yang sangat strategis atau penting di negara contoh ada Menteri Keuangan, Bu Sri Mulyani yang mengurus keuangan negara," kata dia, dikutip dari Antara.

Selain itu, bukti lainnya Jokowi mengapresiasi kaum perempuan ditunjukkan dengan ditunjuknya Rini M Soemarno sebagai Menteri BUMN dan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.


loading...


"Ini yang ingin saya sampaikan bahwa kita sama-sama yakinkan program Pak Jokowi juga terbukti ada Kartu Indonesia Pintar yang membantu ibu-bu agar anaknya dari SD sampai SMA bisa sekolah," katanya.

Selain itu, lanjut Erick, ada Program Keluarga Harapan dan Kartu Indonesia Sehat.

"Dengan Program Keluarga Harapan, para ibu-ibu bisa meningkatkan ekonomi keluarga seperti bisnis catering apalagi yang Pak Jokowi kasih untuk ibu-ibu ada kartu Indonesia sehat atau KIS," katanya.

Oleh karena itu, Erick mengajak ribuan emak-emak Bandung yang hadir pada acara Perempuan Bandung #01 Bersatu Optimis Indonesia Maju, untuk memilih Pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Sabtu, 09 Maret 2019

Kemasan "Kondom" Bergambar Jokowi-Ma'ruf Telah Beredar & Sangat Populer di Kalangan Para Kaum LGBT


OPERAIND- Beredarnya foto kondom bergambar pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di media sosial menuai respons dari kubu 01. Pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Ma'ruf bahkan berniat untuk melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

Dari berbagai pihak relawan pendukung Jokowi, respons keras pun muncul. Salah saunya, Koordinator Nasional Muda-Mudi Indonesia Hudan Himura. Ia mengecam beredarnya kondom dengan bungkus bergambar Jokowi-Ma'ruf tersebut.


loading...


"Kampanye hitam semacam itu tak hanya bertujuan merusak citra Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin, tapi juga bisa berdampak pada rusaknya moral bangsa," kata Hudan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (10/3).

Hudan menyebut peredaran kondom tersebut sebagai kampanye hitam yang biadab. Menurut Hudan, Jokowi sebagai Presiden adalah simbol negara, sementara Kiai Ma'ruf sebagai ulama adalah simbol moral bangsa.

Apalagi, menurutnya, dalam posisi sebagai pasangan capres-cawapres pun, Jokowi dan Kiai Ma'ruf adalah tokoh panutan putra terbaik bangsa yang sedang diusung menjadi calon pemimpin bangsa ini.

"Sangat tak elok, bahkan keji jika foto mereka dijadikan bungkus dan merek kondom," kata Hudan.

Lebih lanjut Hudan mengungkapkan, beredarnya foto tersebut harus diusut oleh aparat kepolisian karena berbau fitnah yang ingin mengesankan Jokowi dan Kiai Ma'ruf proseks bebas.


loading...


"Kalau itu nanti terbukti dibuat oleh tim kampanye, relawan, atau pendukung capres tertentu, ini sangat mengerikan. Membuktikan adanya upaya terstruktur menghancurkan semua sendi bangsa ini," kata Hudan.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Relawan pasangan Jokowi-KH Ma`ruf Amin, Bravo-5 Jawa Timur, Ubaidillah Amin. Pria yang akrab disapai Gus Ubaid itu mengaku tidak sepakat dan mengutuk cara-cara berpolitik yang tidak sehat seperti mengedarkan kondom dengan kemasan bergambar Jokowi-Ma'ruf tersebut.

"Kami meminta pihak berwenang segera mengusutnya," ucapnya.

Sementara itu, wakil ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Moeldoko yang mendengar adanya alat kontrasepsi dikemas dalam bungkus bergambar nomor urut 01 mengaku sangat menyayangkan dan merupakan perilaku tak bermartabat. Mantan Panglima TNI itu bahkan berpikir untuk melaporkannya ke polisi untuk diusut tuntas pembuat serta pelaku yang menyebarkannya.

"Sangat memungkinkan kami melaporkannya. Tapi yang pasti, semakin dizalimi maka suara Pak Jokowi kami yakin semakin baik," kata purnawirawan jenderal bintang empat yang juga kepala staf kepresidenan tersebut seperti diberitakan Antaranews.com, Minggu (10/3).

Ketua Bravo-5 Gus Ubaid menyebut, beredarnya gambar alat kontrasepsi jenis kondom tersebut merupakan fitnah dari pihak-pihak yang ingin membuat suasana pesta demokrasi menjadi tidak tenang. Pasalnya, hal ini dinilainya akan merusak tatanan demokrasi yang sudah dibangun.

"Kami sangat tidak sepakat dan menyayangkan kampanye hitam yang diarahkan kepada pasangan Jokowi-Ma`ruf Amin," ujar Gus Ubaid kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (9/3).

Bravo 5-Jawa Timur, merasa geram dengan beredarnya kemasan kondom yang mencitrakan gambar calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01. Menurut Gus Ubaid, pendukung Jokowi tidak mungkin membuat alat kontrasepsi tersebut, lalu dibagi-bagikan ke masyarakat, terlebih dibungkus dengan simbol 01.

Rabu, 06 Maret 2019

Forum Ulama dan Jawara Betawi Dukung Capres 01 Karena Ma'ruf Pendekar Silat


Jakarta, OPERAIN -- Puluhan pendekar silat Betawi yang tergabung dalam Forum Ulama dan Jawara Betawi mengajak seluruh pendekar silat mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Pimpinan perguruan silat Misar Siban sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Cipete, Jakarta Selatan, Muhyiddin Ishaq mengklaim Ma'ruf Amin tidak hanya dikenal sebagai figur ulama, tetapi juga punya sejarah kuat dengan pencak silat dan kejawaraan di Banten.


loading...


"Sebagai putra Banten, Kiai Ma'ruf semasa muda juga menguasai silat dan turut melestarikan pencak silat di Nusantara," kata Muhyiddin seperti dilaporkan Antara, Rabu (6/3).


Muhyiddin mengatakan sangat wajar dan wajib hukumnya para jawara, pendekar, dan pesilat untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Kita pendekar harus memenangkan Kiai Ma'ruf. Alasannya jelas, Kiai Ma'ruf adalah ulama mumpuni. Sanad dan nasabnya jelas dari para ulama besar nusantara dan beliau juga pendekar, jawara dari Banten," ujarnya.


loading...


Hadir bersama Muhyiddin, Ormas Kembang Latar, dan puluhan ulama serta jawara Betawi. Sebelumnya jawara Banten dan Jawa Barat, serta Organisasi Pencak Silat Pagar Nusa juga telah menyatakan dukungannya kepada Jokowi-Ma'ruf.

Menurut Muhyiddin, budaya mendalami agama dan beladiri silat ini biasa dilakukan putera Betawi, putera Pasundan, putera Minang dan daerah-daerah lain di nusantara.

"Kalau Jawara Banten, Jawara Pasundan, Pagar Nusa sudah lebih dulu mendukung kiai Ma'ruf. Sekarang giliran para pendekar Betawi," jelas Muhyiddin..Selanjutnya

Sabtu, 23 Februari 2019

Sindir Ulama Pendukung Prabowo, Puan Maharani: Jidat Boleh Gosong Tapi Otak Gak Boleh Kosong

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani (foto:lij/juh)

OPERAIND- Indonesia telah memiliki pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk dipilih pada Pilpres 2019. Kedua pasangan itu adalah Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Partai politik pun terbelah menjadi dua kubu, yang mendukung Petahana yakni Presiden Joko Widodo dan yang mendukung Prabowo.


loading...


Namun demikian saat ini ada sejumlah nama yang mendukung Prabowo, namun masih menjabat di pemerintahan Jokowi.

Terkait dengan hal itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani telah berkomentar keras.

"Memang seyogjanya setelah koalisi tergambarkan jelas, siapa pun menteri yang tidak ada dalam koalisi artinya mendukung pemerintahan, berhenti," kata Pramono Anung.

Dia mengatakan para pendukung Prabowo rata rata dari kalangan ulama karbitan ulama monaslimin, kenapa saya mengatakan itu, karna saya lihat mereka hanya pamer soal masalah asesoris yang ia kenakan saja seperti jidat yang gosong tapi otak kosong yang di tutupi sorban sorban.

Sementara itu, Puan Maharani mengatakan setiap pihak yang menyatakan mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin memang harus mundur dari pemerintahan.

loading...


"Kalau melihat secara etika, apapun itu, PAN sudah menyatakan mendukung capres-cawapres berbeda dengan yang ada di pemerintahan sampai 2019."

"Kalau melihat seperti itu, memang dimungkinkan kemudian untuk memperkokoh, memperkuat koalisi yang ada seperti sekarang bahwa yang tidak mendukung pemerintahan sekarang dan capres cawapres yang notabene Presiden sampe 2019, ya mengundurkan diri atau keluar dari koalisi yang ada sekarang."

Ust.Yusuf Mansur Sebut Jika Umat Islam Tidak Suka Dikatain "Radikal" Ya Pilihlah Jokowi!!


OPERAIND- Salah satu anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) sekaligus pendakwah yaitu Ustadz Yusuf Mansur mengatakan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dikelilingi oleh kelompok yang berpikiran radikal dari umat islam.

"Yang melingkari Pak Prabowo adalah rata-rata, mohon maaf ya dengan segala hormat itu banyak orang-orang yang berpikiran track record nya berpikiran radikal selama ini," ujar Ustadz Yusuf Mansur.


loading...


Salah satu Tim Kampanye Nasional (TKN) sekaligus pendakwah menyatakan bahwa kelompok radikal yang mengelilingi kubu Prabowo-Sandiaga merupakan fakta yang tak bisa dibantah.

Ia sendiri menilai kehadiran kelompok radikal itu tentu menghawatirkan bagi kelompok Islam moderat, seperti NU dan Muhammadiyah.

"Dan tentu itu kalau bagi Ansor, NU, Muhammadiyah akan menjadi kekhawatiran," ujar Ustadz Yusuf Mansur.

Menurut Ustadz Yusuf Mansur Indonesia bisa terpecah belah jika pasangan yang disokong kaum radikal memenangkan Pilpres 2019. Ia bahkan khawatir Indonesia bisa terpecah belah seperti sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Suriah dan Afganistan.

"Kalau gerakan radikal ini menang, bangsa ini bisa pecah, Suriah kan begitu, kemudian beberapa negara di Afrika," kata dia.


loading...


Sementara di tempat berbeda, Ma'ruf Amin juga menegaskan tak ada pendukung mereka yang berasal dari kaum radikal. Meski demikian, Ma'ruf menyakini GP Ansor telah memiliki data yang valid terkait kelompok radikal yang menginduk di salah satu pasangan capres-cawapres tersebut sehingga mau membuka suara ke publik.

"Ya kalau di Jokowi tidak ada (kelompok) radikalis ya. Ya mungkin saja (ada kaum radikal mendukung salah satu pasangan), kalau GP Ansor kan punya datanya. Kalau dia bicara berarti dia punya data," kata Ma'ruf di Kantor DPD Golkar, Depok, Jawa Barat.

GP Ansor sebelumnya menyatakan kelompok-kelompok radikal yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia mulai terkonsolidasi menjelang pilpres 2019.




Konsolidasi yang mereka lakukan disebut bukan untuk mengacaukan jalannya pilpres 2019. Melainkan membawa agenda mendirikan negara Islam atau NKRI Bersyariah dengan mendukung salah satu paslon presiden dan wakil presiden.

Sementara itu, Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ferry Mursyidan Baldan menilai pernyataan GP Ansor terkait kaum radikal berlebihan..Selanjutnya

Minggu, 17 Februari 2019

NGAWUR!! Wiranto Sebut Ledakan Dekat Lokasi Debat Capres yang Melukai anggota Seknas Jokowi-Ma'ruf, Paling Ulah Kubu Sebelah


OPERAIND- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto menyebut ledakan yang terjadi di sekitar lokasi debat Capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta pada Minggu (17/2) bukan berasal dari bom. Menurut Wiranto, ledakan itu berasal dari petasan dengan suara yang kencang yang dilakukan orang usil.

Hal ini, kata Wiranto, berasal dari penjelasan langsung Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono dan dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono. "Sudah jelaskan ke saya. Itu ledakan dari petasan yang besar," kata Wiranto di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2) malam.



loading...



Wiranto memastikan tidak ada korban manusia dan materil dari ledakan tersebut. Dia lantas menyebut petasan itu diledakkan oleh oknum yang usil.

Karenanya, Wiranto meminta hal ini tidak usah dibesar-besarkan. Dia juga meminta agar masyarakt tidak berspekulasi atas ledakan yang terjadi. "Enggak usah mengada-ada. paling juga ulah kubu sebelah," kata Wiranto.

Mengutip kantor berita Antara, setidaknya terdengar dua kali ledakan di sekitar Hotel Sultan yang menjadi lokasi debat kedua Pilpres 2019. Suara keras terjadi sekitar pukul 20.20 WIB, berdekatan dengan lokasi nonton bersama para pendukung capres-cawapres di Parkir Timur Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Karena ledakan tersebut, sebagian suporter pasangan kandidat menyebar, termasuk ke sumber ledakan untuk mengetahuinya. Berbarengan dengan itulah aparat kemanan juga bergerak, termasuk tim penjinak bom, Gegana.

Korban Ledakan

Akibat ledakan tersebut, sejumlah orang dilarikan ke rumah sakit. Setidaknya terdapat dua korban dilarikan ke  Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Dr. Mintohardjo, tiga orang lainnya di bawa di RS Pelni dan dua di rumah sakit di daerah Jakarta Utara.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Farhat Abbas mengatakan kedua korban tersebut adalah Karsikin Edy Anwar dan Asma Dahlia merupakan anggota Seknas Jokowi-Ma'ruf.



loading...



"Keduanya saat kejadian berada di dekat panggung dan mengalami gangguan telinga serta gangguan perut," kata Farhat usai mengunjungi korban ledakan di RSAL Mintohardjo, Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan keduanya tidak mengalami luka berdarah namun harus menjalani rawat inap untuk penyembuhan.

Farhat meminta aparat Kepolisian mengusut tuntas apakah ledakan tersebut akibat teror atau memang ada sejenis tabung yang meledak.

"Apakah akibat teror atau mungkin sejenis tabung meledak, itu bukan wewenang kami berbicara. Silahkan Polda Metro Jaya mengusut dan menyelidiki kasus tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani berharap polisi menuntaskan kasus ledakan yang terjadi di dekat lokasi nonton bareng (nobar) Debat Capres kedua di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu malam.

"Petasan yang biasa saja bukan sesuatu, tapi kalaupun teror polisi nanti akan mengucapkannya siapa yang melakukan. Saya berharap polisi cepat menuntaskannya," kata Muzani di kediaman calon presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu malam.

Menurutnya, ledakan itu kemungkinan disebabkan beberapa hal, misalnya relawan membawa alat peraga.

Sabtu, 16 Februari 2019

Habib Rizieq perintahkan umat Islam Putihkan Monas di Malam Munajat 212, Ustadz Yusuf Mansur: Jaminan Surga Kah?


OPERAIND- mengajak umat Islam untuk meramaikan Monas pada acara Malam Munajat 212. Acara tersebut akan digelar pada Kamis (21/2) nanti.

Baca Juga: Soal Isu TKA, Dubes China: Tenaga Kerja yang Kami Datangkan Ke RI Tidak sebodoh & Semalas Kalian

Rizieq menyampaikan hal itu lewat video yang diunggah di YouTube kanal FRONT TV. Video tersebut diunggah pada Rabu (13/2). Kuasa hukum Rizieq, Munarman menyatakan video tersebut baru dan membolehkan untuk dikutip.


loading...


"Di kota suci Mekah Almukaromah, kita bersama-sama menyerukan kepada seluruh umat Islam, kepada seluruh muslimin-muslimah, kepada seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bersama-sama untuk mensukseskan acara Malam Munajat 212 yang insyaallah akan digelar pada hari Kamis, malam Jumat, yaitu pada tanggal 21 Februari 2019," kata Rizieq dalam video seperti dilihat, Sabtu (16/2/2019).

Baca Juga: Utang Indonesia Naik Jadi Rp 5.275 T, Jokowi: Maaf Itu Bukan Urusan Saya, Saya Hanya Melanjutkan

Dia mengatakan acara akan dimulai dengan salat magrib berjemaah. Rizieq mengatakan acara ini digelar Lembaga Dakwah FPI yang bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI dan majelis-majelis taklim se-Jabodetabek.

Baca Juga: Ridwan Kamil Sebut Hanya "Kecurangan" Yang Mengalahkan Jokowi!!

"Sekali lagi, insyaallah hari Kamis, malam Jumat 21 Februari akan digelar Malam Munajat 212 untuk mengetuk pintu langit. Yaitu untuk mengetuk pintu rahmat Allah SWT untuk keselamatan agama, bangsa, dan negara tercinta Republik Indonesia," ujarnya.

Dalam video tersebut, Rizieq tampak didampingi Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis, Ketua Front Santri Indonesia (FSI) Habib Hanif Al-Athas, Ketua MUI DKI Jakarta Habib Muhsin Alatas, dan Bendahara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Supriyadi.



loading...



Rizieq mengatakan acara Malam Munajat 212 digelar untuk meminta berkah kepada Allah SWT. Dia meminta peserta yang akan datang untuk menjaga akhlak yang baik dan menjaga situasi aman, nyaman, tenang, senang, dan menang meraih keberkahan dari Allah SWT.

Tangapan pun menculat dari Ustadz Yusuf Mansur dengan menanyakan apakah para umat yang mengikuti kegiatan tersebut di jamin surga? soalnya dari awal saya melihat disini banyak sekali unsur politik yang justru menjelekkan kubu lawan. ujar Ustadz Yusuf Mansur.

"Dan kita berharap, ini tidak terjadi, karna seakan akan ini adalah sebuah doktrin untuk menjadikan masyarakat terutama umat islam menjadi pemberontak, pemberontak secara ha... Selanjutnya..

Tagar #UninstallJokowi Mendunia, Rocky Gerung: Bukti Rakyat Menginginkan Presiden Baru


OPERAIND- Tiba-tiba saja tagar #UninstallJokowi menjadi trending topic di dunia maya. Gerakan tagar ini seolah menjadi jawaban dari tagar #UninstallBukalapak yang beberapa saat sebelumnya menguasai media sosial Twitter.

Aroma balas dendam politik dibalik trendingnya tagar #UninstallJokowi sangat terasa karena sebagian besar netizen yang menyerukan tagar ini juga mengajak netizen lain untuk tidak memilih calon presiden incumbent Joko Widodo pada pilpres 2019 mendatang.



loading...



Rocky Gerungmengatakan, para penyeru tagar #UninstallJokowi adalah bukti bahwa rakyat sudah cerdas gak mau tertipu serta menginginkan presiden baru..

Jika banyak pihak menilai tagar #UninstallJokowi bernuansa politis, saya justru menilai dari sisi yang sebaliknya. Selain ajakan untuk tidak memilih Jokowi, sebenarnya banyak juga cuitan-cuitan lucu yang mengiringi tagar tersebut. Seperti mengaitkan tagar ini dengan sejenis malware atau virus sehingga meminta pemilik komputer di dunia untuk hati-hati.

Hingga artikel ini ditayangkan, tagar #UninstallJokowi sudah dicuitkan sebanyak 288 ribu kali. Saking mendunianya, banyak netizen asing yang bertanya-tanya ada apa di balik tagar tersebut.

Tanggapan dan pertanyaan dari netizen asing terhadap tagar ini juga seolah menunjukkan bangsa kita itu sebenarnya punya selera humor yang bagus.



loading...



Banyaknya komentar dan cuitan lucu yang mengiringi tagar #UninstallJokowi adalah juga menjadi bukti dari selera humor bangsa kita yang bagus. Bagi orang awam atau yang tidak mengikuti perkembangan berita (terutama politik) di Indonesia, tagar ini jelas membingungkan dan tidak memiliki arti apapun. Uninstall adalah istilah dalam bidang komputer. Bagaimana bisa disandingkan dengan nama manusia (yang tidak mereka kenal)?

Tapi hal ini tidak berlaku bagi orang yang punya selera humor bagus. Absurditas tagar ini justru mereka olah dan djadikan bahan lelucon/humor yang bisa membuat kita tertawa dan tersenyum. Bahkan, teman saya yang berbeda pilihan politik pun bisa tersenyum (meskipun saya duga dalam hati dia merasa kesal).

Memiliki selera humor yang bagus berarti bisa tertawa - atau setidaknya melihat humor - dalam absurditas kehidupan. Dengan kata lain, kita memiliki sesuatu yang bisa kita tertawakan, bahkan dalam situasi terburuk sekalipun.

Memiliki selera humor yang baik, sebagaimana atribut keramahan dan kesopanan, adalah salah satu penghantar besar dari roda interaksi sosial. Humor dapat membuat sebuah kritik bisa disampaikan dengan lebih enak.

Dengan humor, alih-alih marah dan menggunakan kata-kata kasar, arti dari kalimat kritik itu bisa diterima tanpa rasa bersalah. Dengan humor, orang bisa mengatakan sesuatu yang terlihat berat menjadi lebih ringan. Sebuah lelucon sering bisa mengatakan kebenaran yang sulit untuk dikatakan dalam bentuk aslinya.

Bagi pihak oposisi atau yang tidak mendukung Jokowi, tagar #UninstallJokowi bisa dianggap sebagai sebuah kritik dalam bentuk humor. Mereka mengkritik kegagalan Jokowi dan melontarkan harapan terjadinya suksesi kepemimpinan dalam pilpres 2019 nanti.

Alih-alih menyuarakan secara langsung seperti tagar #2019GantiPresiden, mereka justru menunggangi momen dari tagar #UninstallBukalapak yang terlebih dahulu menjadi trending topic. Bukankah ini kreatif dan menunjukkan selera humor yang bagus?

Sulit lho untuk menunggangi momen tertentu dan menjadikannya kendaraan untuk mencapai sebuah tujuan (dalam kasus tagar ini tujuannya adalah sebagai bentuk kampanye). Biasanya, proses kreatif dalam memunculkan ide-ide kampanye seperti ini hanya bisa dilakukan oleh seorang copywriter yang jempolan. Dan menurut David Ogilvy, biangnya copywriter di dunia advertising, salah satu syarat seorang copywriter yang bagus adalah dia harus memiliki selera humor yang bagus pula.

Bagi pendukung calon presiden incumbent, mereka mungkin tidak terima tagar ini dianggap sebagai lelucon. Mereka -- dengan sensitivitas yang sangat tinggi -- melihat munculnya tagar ini tak lain adalah bagian dari upaya mendegradasikan sosok Jokowi.

Dengan sensitivitas yang tinggi pula pendukung Jokowi menghakimi cuitan Achmad Zaky sebagai bentuk rasa tidak tahu terima kasih pada pemerintah (Jokowi) yang punya peran besar dan sudah banyak membantu keberhasilan startup unicorn seperti Bukalapak. Hingga mereka memunculkan ungkapan "Bukalapak sudah menjadi Lupabapak".

Tapi dengan selera humor yang tinggi pula, pihak oposisi justru membalikkan dan mengembalikan ungkapan tersebut dengan pertanyaan sederhana, "yang Lupabapak siapa ya?"

Kiranya tak perlu dijawab pertanyaan mereka ini. Cukuplah ditangkap dengan selera humor yang bagus, supaya syaraf-syaraf kita yang tegang akibat kontestasi politik bisa sedikit mengendur. Agar otot-otot wajah kita bisa bisa kembali memunculkan sebuah senyuman ramah pada siapapun juga, senyuman yang sudah sekian lama hilang akibat perpecahan yang kita timbulkan sendiri.

Kamis, 14 Februari 2019

Ma'ruf Amin: Memilih Saya & Pak Jokowi Sama Saja Sudah Mengantongi Tiket Surga


OPERAIND- Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengungkap alasan, mengapa kubu Prabowo-Sandiaga sulit meraup suara pesantren dan ulama pada Pemilihan Presiden 2019. Ia menyatakan, karena dua hal tersebut adalah modal utama dia, sebagai bagian dari kultural Nahdlatul Ulama (NU) yang tak bisa dipisahkan.

Baca Juga: Jokowi-Ma'ruf Amin Diprediksi Kalah di Pulau Jawa, Ma'ruf Amin: Umat Islam Bakal Masuk Neraka!
"Itu adalah modal kita, modal kita dari kelompok nasionalis dan kelompok Islam moderat, harus di maintenance jangan sampai diambil orang," kata Ma'ruf di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/2/2019).


loading...


Pesantren, lanjut Ma'ruf, memiliki pengaruh besar guna meraup dukungan dalam kontestasi pesta demokrasi. Keberadaan pesantren, jaringan santri dan kiai, memiliki peran vital sebagai lumbung suara.

"Ada kiai-kiai kampung, pesantren yang punya alumni dimana-mana, bukan hanya di Jawa, alumni itu di berbagai di Indonesia, oleh karena itu harus dijaga dan dipelihara," lanjut dia.

Baca Juga: Prabowo Bidik Jateng, Megawati: Pulau Jawa Lumbung Banteng, "Penculik" Jangan Coba-Coba Mendekat!!

Karenanya, meski kubu Prabowo-Sandiaga melakukan hal prakitk serupa, Ma'ruf Amin tetap optimis suara tidak akan bocor dan tetap beralih. Ma'ruf meyakini kultur dan jaringannya sebagai kader Nahdliyin sudah mengakar dan mendarahdaging.

"Pesantren itu kan kulturnya itu kultur NU, mereka akan lebih mendukung representasi NU, jadi kita harus jaga supaya tetap di 01, jangan sampai diambil 02," Ma'ruf menandasi.

Safari Politik ke Jateng

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin melanjutkan safari politik ke Semarang, Jawa Tengah, Senin 4 Januari 2019. Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon, Tlogosari, menjadi tempat pertama persinggahan mustasyar PBNU ini.

Pantauan di lokasi, Ma'ruf Amin tiba pukul 09.00 WIB. Kedatangannya langsung disambut antusias para santri. Lewat kamera ponsel mereka, momen kedatangan pasangan Jokowi dalam Pilpres 2019 ini dielukan.


loading...


Pimpinan Ponpes Al-Itqon KH Harits Shodaqoh yang sudah menanti bersama para kiai setempat, langsung mengajak Ketum MUI ini singgah di ruang penyambutan sebelum memasuki aula untuk memberi kata sambutan.

Seperti kedatangan Ma'ruf Amin pada umumnya, lagu kebangsaan Indonesia dan "Ya Lal Wathon" langsung bergema secara bergantian, sebelum dilanjutkan kata sambutan.

Baca Juga: Kotak Suara Rusak Parah!! Ketua KPU: Tidak Masalah, Cina Selalu Siap Membantu Kita

"Kami merasa syukur dan alhamdulilan kedatangan Pak Kiai dan rombongan. Harapan besar kami kedatangan kiai dan rombongan menjadi berkah, amin," kata Harits di lokasi, Senin 4 Januari 2019.

Harits bercerita, tradisi di sebuah pesantren adalah manut (menurut/mengikut) dengan kiainya. Karenanya, kehadiran Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden adalah sebuah barokah tersendiri dirasakan kalangan santri.

"Kehadiran kiai di pemerintah betul jadi angin segar, perhatian pemerintah saat ini terhadap pesantren sangat bagus sekali, kami sangat antusias," ujar Harits.

Karenanya, Harits berharap jika Ma'ruf terpilih kelak kehadirannya di dalam struktural pemerintahan bisa lebih berkontribusi bagi kemajuan pesantren di Indonesia.

"Jadi lebih kalau Mbah Kiai ada di pemerintahan, lebih konkret lagi pastinya, amin yarabbal alamin," ucap Harits..Selanjutnya

Maruf Amin: Yang Mau Selamat Dunia Akhirat Ya Harus Pilih Saya!!


OPERAIND,- CALON wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin Amin mengibaratkan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai kendaraan penyelamat umat seperti kapal Nabi Nuh.

Hal itu disampaikan Maruf Amin saat menghadiri peringatan Harlah ke-93 NU di Lapangan Prawitasari, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019).


loading...


NU, menurut Maruf Amin, menjadi kendaraan penyelamat dari gonjang-ganjing cara berpikir pemahaman keagamaan.

"Yang selama ini ada yang ke kanan dan ke kiri, NU berada ditengah, sebagai penyelamat. Kapal NU kayak kapal Nabi Nuh," ujar Maruf Amin di hadapan ribuan peserta yang hadir di Harlah NU.

Maruf Amin mengisahkan kapal Nabi Nuh menjadi penyelamat saat banjir besar datang.

NU, ucap Maruf Amin, juga sebagai kendaraan penyelamat, yang akan menyelamatkan seluruh umat yang berada di dalamnya dari gelombang gonjang-ganjing pemahaman keagamaan.

"Siapa naik kapal NU insyaallah akan selamat dunia akhirat. Makanya jangan sampai ketinggalan, kayak anak Nabi Nuh tidak mau naik perahu, justru berlindung di gunung," tutur Maruf Amin.

Umat yang berada di dalam kapal NU, kata Maruf Amin, akan selamat dari gelombang.


loading...


"Nabi Nuh kan NU-H. Sekarang H-nya dibuang jadi perahu NU. Jangan berdiri di pinggir nanti kena gelombang, kalau ikut gelombang nanti terbawa gelombang. Ikut kiai NU insyaallah selamat," papar Maruf Amin.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini mengajak seluruh warga NU bersyukur karena NU telah mencapai usia 93 tahun.

Bagi Maruf Amin, usia 93 tahun bukanlah umur yang pendek.
Tak semua organisasi bisa berumur panjang.

Maruf Amin mengatakan, NU akan akan terus menjalankan tugasnya menjadi perekat dan penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Ada organisasi yang hanya seumur jagung, begitu tumbuh setahun, dua tahun sudah wabilahitaufiq wal hidayah," ucapnya.

Tak Suka Disebut Cuma Jadi Alat
Sementara itu Maruf Amin tak berkenan disebut sekadar jadi alat politik pada Pemilihan Presiden 2019.

Hal itu disampaikan Maruf Amin saat mengadiri Harlah ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019) siang.

Di kesempatan itu, Maruf Amin sempat membantah isu mengenai dirinya dijadikan alat politik di Pilpres 2019, dengan mendampingi calon presiden (petahana) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

"Ada yang bilang, 'paling KH Maruf Amin hanya jadi alat'. Emang saya pacul. Yang jadi alat kan pacul," ujar Maruf Amin di hadapan ribuan peserta yang hadir di Lapangan Prawatasari, Sawah Gede, Cianjur.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini merasa isu itu ingin menjatuhkan martabat seorang ulama.

Maruf Amin meminta agar kabar itu tak terus menerus disebarkan, karena dapat membuat masyarakat waswas.

"Kiai dibilang jadi alat. Itu menghina itu. Ente jangan sembarangan. Tapi kalau untuk jadi alat pembangunan, untuk Indonesia maju, tentu saya siap. Ini tugas agama dan tugas negara," tegas Maruf Amin.

"Dibilang sudah tua lah, jadi alat lah. Itu namanya tukang bikin waswas," sambung Maruf Amin.

Dalam acara Harlah ke-93 NU di Kabupaten Cianjur ini, dihadiri Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cianjur KH Abdul Qodir, dan Ketua PCNU Kabupaten Cianjur KH Choirul Anam.

Berharap ada ulama jadi presiden
“KALAU saya bisa jadi Wakil Presiden (Republik Indonesia). Saya berharap ke depan nanti ada ulama jadi Presiden (2024-2029).”
Kalimat itu dilontarkan calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin, di atas mimbar dalam pidato deklarasi dukungan dari Jaringan Alumni Mesir Indonesia (JAMI) di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (9/2/2019).

Riuh tepuk tangan ratusan anggota JAMI menyambut harapan besar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Maruf Amin menyebut keputusan maju dalam Pemilihan Presiden 2019 bukan tanpa pertimbangan, dan desakan dari para ulama Nadhlatul Ulama untuk membuatnya menerima tawaran Jokowi.

Pangeran Syayid Peto Endah itu menghargai ajakan Jokowi untuk didampingi ulama untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah tantangan kondisi politik.

“Banyak yang bertanya kenapa Pak Jokowi pilih saya, padahal ada banyak opsi politisi bisa, pengusaha bisa, profesional bisa, TNI/Polri bisa. Itu berarti beliau menghargai ulama,” ujar Maruf Amin.

Maruf Amin meyakini bisa menjaring lebih banyak suara dari ratusan anggota JAMI, setelah mendeklarasikan dukungan.

“Dukungan JAMI ini potensinya besar sekali, karenanya saya yakin pasangan 01 kami akan semakin punya harapan besar untuk memenangkan Pilpres 2019,” ucapnya.

Ketua JAMI Aas Subarkah dalam pidatonya menyampaikan komitmen besar sekaligus berperan aktif dalam menyebarluaskan visi misi pasangan Jokowi-Maruf Amin.

“Kami akan mendukung menyebarkan prinsip Islam Wasatiyyah dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Juga membangun bangsa untuk tegaknya Indonesia,” kata Aas..Selanjutnya


Rujukan:
http://wartakota.tribunnews.com/2019/02/14/maruf-amin-nu-kayak-kapal-nabi-nuh-siapa-ikut-insyaallah-selamat-dunia-akhirat

Prabowo Gempur Jateng, Puan: Semuanya Sudah Kita Kepung, Tinggal Kita Seruduk Agar Keluar Penculiknya!


OPERAIND- Calon Presiden (Capres) 02 Prabowo Subianto mulai melakukan safari ke Jawa Tengah. Di provinsi yang menjadi lumbung suara capres 01 Joko Widodo itu, Prabowo menyampaikan pidato politiknya.

Politikus PDIP atau (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Puan Maharani mempersilakan Prabowo berkampanye di kandang PDI Perjuangan itu. Aria tidak yakin Prabowo bakal bisa menguasai meski sudah mendirikan posko di Jawa Tengah.



loading...



"Pak Prabowo suruh masuk saja kalau bisa masuk," kata Puan Maharani di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019).

Puan Maharani yakin berkata demikian karena semua unsur lintas partai sudah bergerak. Dia menganalogikan seperti perang. Jika Prabowo masuk, menurut Puan Maharani bakal dikepung oleh caleg pendukung Jokowi.

"Caleg, tokoh agama, tokoh masyarakat, termasuk kepala daerah yang kita, dari 35 menguasai 34 di Jateng, Gubernur semua, kita kepung lalu kita seruduk gar keluar. Kalau mau masuk silakan," kata politikus PDIP itu.

TKN menggerakkan semua unsur-unsur itu dengan strategi kampanye rumah ke rumah. Puan Maharani menilai kehadiran Prabowo di Jawa Tengah tak bakal memengaruhi elektabilitas Jokowi.

"Efektif atau tidak biar mereka mengkaji, yang jelas suara kita tidak bakal turun," imbuhnya.



loading...



Sementara, satu wilayah yang belum dominan hanya Kebumen. Aria mengatakan karena masih ada pengaruh kubu 02.

"Bukan tidak dikuasai, tapi tidak dominan seperti di kebumen. Paling, di situlah karena ada unsur-unsur 02 pegang sekitar bupati," kata Puan Maharani.

Ma'ruf Amin: Jaga Pesantren Kita, Jangan Sampai Disusupi "Mantan Penculik"


OPERAIND,- Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengungkap alasan, mengapa kubu Prabowo-Sandiaga sulit meraup suara pesantren dan ulama pada Pemilihan Presiden 2019. Ia menyatakan, karena dua hal tersebut adalah modal utama dia, sebagai bagian dari kultural Nahdlatul Ulama (NU) yang tak bisa dipisahkan.

"Itu adalah modal kita, modal kita dari kelompok nasionalis dan kelompok Islam moderat, harus di maintenance jangan sampai diambil orang," kata Ma'ruf di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/2/2019).


loading...


Pesantren, lanjut Ma'ruf, memiliki pengaruh besar guna meraup dukungan dalam kontestasi pesta demokrasi. Keberadaan pesantren, jaringan santri dan kiai, memiliki peran vital sebagai lumbung suara.

"Ada kiai-kiai kampung, pesantren yang punya alumni dimana-mana, bukan hanya di Jawa, alumni itu di berbagai di Indonesia, oleh karena itu harus dijaga dan dipelihara," lanjut dia.

Karenanya, meski kubu Prabowo-Sandiaga melakukan hal prakitk serupa, Ma'ruf Amin tetap optimis suara tidak akan bocor dan tetap beralih. Ma'ruf meyakini kultur dan jaringannya sebagai kader Nahdliyin sudah mengakar dan mendarahdaging.

"Pesantren itu kan kulturnya itu kultur NU, mereka akan lebih mendukung representasi NU, jadi kita harus jaga supaya tetap di 01, jangan sampai diambil 02," Ma'ruf menandasi.

Safari Politik ke Jateng

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin melanjutkan safari politik ke Semarang, Jawa Tengah, Senin 4 Januari 2019. Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon, Tlogosari, menjadi tempat pertama persinggahan mustasyar PBNU ini.


loading...


Pantauan di lokasi, Ma'ruf Amin tiba pukul 09.00 WIB. Kedatangannya langsung disambut antusias para santri. Lewat kamera ponsel mereka, momen kedatangan pasangan Jokowi dalam Pilpres 2019 ini dielukan.

Pimpinan Ponpes Al-Itqon KH Harits Shodaqoh yang sudah menanti bersama para kiai setempat, langsung mengajak Ketum MUI ini singgah di ruang penyambutan sebelum memasuki aula untuk memberi kata sambutan.

Seperti kedatangan Ma'ruf Amin pada umumnya, lagu kebangsaan Indonesia dan "Ya Lal Wathon" langsung bergema secara bergantian, sebelum dilanjutkan kata sambutan.

"Kami merasa syukur dan alhamdulilan kedatangan Pak Kiai dan rombongan. Harapan besar kami kedatangan kiai dan rombongan menjadi berkah, amin," kata Harits di lokasi, Senin 4 Januari 2019.

Harits bercerita, tradisi di sebuah pesantren adalah manut (menurut/mengikut) dengan kiainya. Karenanya, kehadiran Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden adalah sebuah barokah tersendiri dirasakan kalangan santri.

"Kehadiran kiai di pemerintah betul jadi angin segar, perhatian pemerintah saat ini terhadap pesantren sangat bagus sekali, kami sangat antusias," ujar Harits.

Karenanya, Harits berharap jika Ma'ruf terpilih kelak kehadirannya di dalam struktural pemerintahan bisa lebih berkontribusi bagi kemajuan pesantren di Indonesia.

"Jadi lebih kalau Mbah Kiai ada di pemerintahan, lebih konkret lagi pastinya, amin yarabbal alamin," ucap Harits..Selanjutnya

Prabowo: Waspada!! Ada Menteri Yang Ingin Membodohi Rakyat Dengan Mengatakan Tidak Ada Uang Utang!


OPERAIND- Prabowo Subianto berkunjung ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dalam kunjungannya, capres nomor 02 itu menyinggung soal menteri yang gampang meminjam uang, gampang berutang.

"Semua membutuhkan tabungan, tetapi ada tokoh-tokoh, ada sementara pakar, ada sementara menteri yang membodohi rakyat.



loading...



Kalau tidak ada uang, tidak ada tabungan, gampang kata dia, pinjam, utang, begitu," terang Prabowo saat berkampanye di Rumah Djoeang Prabowo-Sandi yang berlokasi di Graha Larasita Blora pada Kamis (14/2/19) siang.

Prabowo juga mengaitkan kondisi gampang berutang tersebut dengan sistem rumah tangga.

"Kalau bapak-bapak tidak punya tabungan, bagaimana emak-emak, ibu-ibu ini bisa menghadapi keadaan yang sulit karena tidak tiap hari keadaan itu baik. Ini adalah alam, inilah ajaran, ini adalah realita, bukan Prabowo pesimis," kata Prabowo.

"Coba emak-emak, bapak-bapak, kalau tiap hari utang terus, lama-lama orang kan jera. Kalau nggak dia minta, enak aja utang-utang, mana jaminannya. Lama-lama kita hilang semua aset kita (untuk berhutang). Kita sudah lihat banyak negara yang utangnya tidak bisa dibayar," lanjut Prabowo.



loading...



Prabowo menambahkan sejatinya berutang adalah hal yang lumrah. Hanya saja, dia menegaskan apabila berutang layaknya digunakan untuk kegiatan produksi, sehingga dana dari utang bisa menghasilkan profit.

"Pinjam itu nggak apa apa, asal pinjam itu produksi. Kita pinjam, kita pakai usaha yang bagus, dapat untung. Utang kita biar ada kelebihan. Nah di sini, penyakitnya terlalu banyak korupsi di negara kita," terangnya.

Soal Prabowo Ditolak Shalat Jum’at, Cucu Pendiri NU: Islam Cap Apa Kalian? Orang Mau Shalat Jum’at Ditolak


OPERAIND-Juru Bicara Badan Pemenangan Nasioan (BPN) Prabowo-Sandi, KH Irfan Yusuf atau yang karib disapa Gus Irfan menilai sangat berlebihan apabila Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ditolak atau dilarang menunaikan ibadah Solat Jumat di Masjid Agung Semarang. Ia sangat prihatin adanya penolakan kepada orang yang mau beribadah.

“Ya kalau orang mau sholat kok engga boleh? Sampean kalau mau solat di masjid Tebuireng itu bagaimana,” katanya saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis, (14/2).



loading...



Menurut cucu dari pendiri Nahdatlul Ulama, KH Hakim Asyari itu, dukungan politik boleh-boleh saja diberikan kepada siapapun. Asalkan jangan dilakukan secara berlebihan termasuk melarang atau menolak orang mau beribadah.

“Berlebihan apabila Prabowo ditolak solat Jumat. Dukung ya dukung, tapi ya jangan berlebihan,” katanya.

Pengasuh Pondok pesantren Al Faroos Tebuireng, Jombang, Jawa Timur tersebut mengatakan, selama ini ada pertanyaan apakah Prabowo ibadah solat Jumat atau tidak. Namun anehnya ketika hendak Solat Jumat, Prabowo justru ditolak.

“Katanya banyak yang tanya Prabowo solat Jumat di mana? Nah ini mau Solat Jumat kok engga boleh,” katanya.

Prabowo menurutnya, ibadah solat jumat bukan untuk kampanye atapun pencitraan. Selama ini Prabowo paling tidak suka apabila sedang beribadah ada foto atau kamera yang mengabadikannya.

“Yakinlah nanti solat jumat engga pakai kamera kok. Karena pak Prabowo tidak pernah kalau solat difoto atau disyuting. Jadi saya sangat prihatin sampai takmir masjid melarang orang Jumatan. Ini hal yang luar biasa buat kita,” katanya.



loading...



Masyarakat menurut Gus Irfan tidak perlu khawatir dengan penolakan atau pelarangan takmir Masjid Kauman Semarang itu. Masyarakat memiliki hak untuk beribadah di manapun.

“Datang saja, masa Jumatan engga boleh. Terus begini tipikal umat Islam itu, seperti adonan roti, kalau dikerasi malah seperti adonan roti. Ditekan engga mungkin habis, malah dari sela sela jari, engga usah khawatir Jumatan saja,” pungkasnya.

Sebelumnya dilansir dari Tribun Jateng, Ketua Masjid Agung Semarang atau biasa disebut Masjid Kauman, KH Hanief Ismail, menyatakan keberatan adanya rencana Capres 02 Prabowo Subianto jumatan di Masjid Kauman Semarang, Jumat (15/2/2019).

Secara khusus KH Hanief mengontak mantan Komisioner Panwaslu Semarang Mohamad Ichwan menulis keberatannya itu.

Dia juga meminta agar diberitahukan kepada Bawaslu Kota Semarang untuk mengambil tindakan yang diperlukan.

Menurut Kiai Hanief, jumatan yang akan diadakan oleh Prabowo itu perbuatan memolitisasi ibadah shalat jumat sekaligus memakai masjid untuk kepentingan politik.

“Kami para nadlir atau takmir Masjid Kauman merasa keberatan dengan rencana jumatan Prabowo tersebut. Tolong sampaikan ke Bawaslu agar mengambil tindakan yang perlu sesuai aturan hukum,” tutur Kiai Hanief yang juga Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang dalam keterangan pers kepada Tribunjateng.com, Kamis (14/2/2019).

Lebih lanjut Kiai Hanief menjelaskan, pihaknya tidak pernah mendapat surat pemberitahuan dari tim kampanye Prabowo-Sandi maupun dari partai pengusung pasangan capres-cawapres tersebut.

Selasa, 12 Februari 2019

Prabowo Bidik Jateng, Megawati: Pulau Jawa Lumbung Banteng, "Penculik" Jangan Coba-Coba Mendekat!!

Megawati Soekarno Putri, (Foto:yul/dis)

OPERAIND- Tiga tokoh PDI Perjuangan bertekad akan menjaga Jawa Tengah tetap sebagai kandang banteng. Meskipun diakui bahwa saat ini Jawa Barat dan Banten telah dikuasai kubu lawan, namun diyakini lawan akan kesulitan menggempur Jateng.

"Adakah di antara kita yang rela rumah PDI Perjuangan diambil orang? Adakah yang ikhlas rumahnya diambil orang? Apakah kalian siap mempertahankan? Mulai detik ini PR besar kita, PDI Perjuangan harus menang mutlak di Jawa Tengah," ujar Ganjar Pranowo dalam pidato di acara Jambore Kader Komunitas Juang PDI Perjuangan Jateng di GOR Satria Purwokerto, Banyumas Minggu (10/2/2019).


loading...


Sementara itu, Puan Maharani menambahkan Komunitas Juang sebagai ujung tombak baru bagi PDI Perjuangan, sejak dibentuk 5 tahun silam hingga saat ini sudah terdapat VII angkatan atau sebanyak 4.378 anggota. Mereka harus siap tempur memenangkan wilayahnya masing-masing.

"Jawa Tengah lumbung banteng. Tempat kemenangan kita di 2019. Jawa Tengah akan menjadi suara terbanyak PDI perjuangan," jelasnya.

Secara khusus Komunitas Juang akan ditugaskan di 35 Kabupaten di Jawa Tengah. Mereka akan menjadi ujung tombak pemenangan sekaligus menentukan masa depan PDI Perjuangan. "2019 sampai 2024 adalah zamannya PDI perjuangan," kata dia.

Ketua Umum PDIP Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, juga mendukung semangat itu. Dia sepakat bahwa PDI Perjuangan harus menjaga kandang banteng di Jawa Tengah. Dia bahkan menyebut 2 daerah yang telah dikuasai kubu lawan.


loading...


"Ini kenapa tadi Pak Ganjar bilang untuk mempertahankan Jawa Tengah, jadi adik-adik harus tahu, Jawa Barat sudah dikuasai, Banten juga dikuasai. Jadi yang mesti digempur (selanjutnya) itu adalah Jawa Tengah. Jawa Tengah itu memang paling sulit karena dia kandangnya banteng," ujar Mega..Selanjutnya

Senin, 11 Februari 2019

Sering Dihina Tua Bangka, Ma'ruf Amin: Saya Sudah Gak Sabar Melihat Pendukung Prabowo Bertekuk Lutut Minta Ampun Pada Tanggal 17 April Nanti


OPERAIND- Cawapres Ma'ruf Amin mengaku sempat mendapat cibiran saat memutuskan maju ke kontestasi Pilpres 2019. Ma'ruf mengaku tetap menerima tawaran cawapres karena ingin mewariskan hal yang baik kepada generasi muda yang akan datang.

"Banyak yang bilang Ma'ruf Amin sudah tua, siapa bilang masih muda, semua orang juga tau. Tapi Pak Jokowi nyaman memilih yang sudah tua," kata Ma'ruf Amin saat memberi sambutan di acara peluncuran Rumah Kerja Bhineka Nusantara, Jalan HOS Cokroaminoto No 57, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2018).


loading...


Ma'aruf lalu membandingkan dirinya dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Saat bertemu dan berada dekat dengan Mahathir, Ma'ruf mengaku semangat mudanya timbul untuk kembali membangun bangsa.

"Saudara-saudara sekalian kenapa mau (jadi cawapres), karena saya ingin berbuat banyak, ada yang hina saya suda tua saja kok jadi (calon) wakil presiden," ujarnya.

Ma'ruf menjelaskan, jika nantinya terpilih sebagai Wakil Presiden RI, maka dirinya sebagai orang tua akan memberi bekal ke generasi muda setelahnya. Ia mengibaratkan dirinya sebagai orang tua yang menanam pohon, yang buanya akan dinikmati kemudian hari oleh generasi mendatang.

"Saya dulu memakan buah-buah yang ditanam oleh bapak bapak saya, kakek-kakek saya, sebelum saya tidak menikmatinya. Sekarang saya akan menanam walau sudah tua untuk generasi setelah saya. Jangan biarkan walaupun sudah tua lewat begitu saja," tuturnya.


loading...


Jangan pernah hina saya tua bangka, nanti bakal kualat, Allah tidak tidur. tanggal 17 April nanti kalian bakal bertekuk lutut minta ampun pada saya, lihat saja nanti ujar Ma'ruf Amin.

"Apa yang ingin saya lakukan, yaitu membantu beliau agar Indonesia bebas dari korupsi, agar Indonesia bebas dari kelaparan, agar Indonesoa bebas dari kesenjangan-kesenjangan, disparitas-dipsaritas, disparitas antara yang lemah dan yang kuat, disparitas antar daerah, disparitas antara produk lokal dan produk global," imbuhnya..Selanjutnya