Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Maret 2019

Menag: Revisi Terjemahan Al Quran Siap Dicetak, Surah Al Kafirun Sudah Kami Ganti Dengan Kata Non Muslim


OPERAIND- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap revisi terjemahan Al Quran tuntas selambat-lambatnya tahun 2019 agar bisa dicetak dan dipakai masyarakat.

Baca Juga: Agum Gumelar: Jika Prabowo Masih Manusia Seharusnya Kuburan Para Korban Culik 98 Kasih Tau ke Publik!!

“Harapan saya, pada tahun 2019, revisi terjemah Al Quran sudah selesai, hingga Al Quran ini bisa dicetak dan dipakai masyarakat,” kata Lukman kepada Tim Revisi Terjemahan  Al Quran yakni Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran, Badan Litbang Kementerian Agama di kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta


loading...


Menurutnya, terjemahan Al Quran agar sesuai dengan bahasa dan situasi terkini. “Ini bukan pekerjaan mudah, butuh ketekunan dalam melihat dan mencermati kata perkata, ayat per ayat bahkan hubungan antara satu ayat dengan ayat lain, baik dalam satu surat maupun dengan surat lainnya,” ujarnya.

Lukman menambahkan, banyak ayat dalam Al Quran yang mempunyai makna dinamis dan mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi. “Saat ini, setiap tahunnya, rata-rata 4,5 juta Al Quran terjemahan Kemenag dicetak.

Baca Juga: Menhan: Jika masih ada Ulama Atau Ustadz Bilang Kafir Saat Ceramah, Silahkan Laporkan

Al Quran mulai diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sejak KH Saifuddin Zuhri menjadi Menteri Agama, tepatnya pada tahun 1965 dan hingga kini, terus mengalami revisi untuk menyesuaikan dengan perkembangan bahasa, materi dan lain sebagainya,” imbuhnya.


loading...


Sementara KH Malik Madany yang mewakili Tim Revisi menyatakan akan berupaya menghadirkan terjemahan Al Quran yang efektif dan efisien.

Al Quran terjemahan dari Indonesia dipergunakan pula di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei dan lain sebagainya. “Dari Juz 1 hingga 2, ada 27 kata atau arti yang hendak dibakukan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia,” kata Malik Madany.

Simak Juga: Heboh Pengakuan Puyono Yang Menyebutkan Romi OTT KPK Saat Cari Dana untuk Jokowi

Hadir dalam pertemuan tersebut, Kabalitbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud, Anggota Tim Revisi antara lain KH A Malik Madany, Rosihan Anwar, Ahsin S, Muchlis Hanafi, Avdul Ghofur Maimun, Umi Husnul Khotimah, Zarkasi, Deny Hudaeny, Abdul Aziz Sidqi, Arum Ridiningsih, Imam Arif, Joni Syatri, Musaddad, serta Staf Khusus Menag Hadi Rahman dan Aly Zawawi.

Mengganti Surah Al Kafirun
Indonesia sebagai negara yang heterogen harus mengedepan sikap saling menghormati. Penyebutan kepada orang lain yang berbeda agama harus diperhatikan, agar jangan menggunakan kata yang bisa membuat orang lain tersinggung.

Menteri Agama (Menteri Agama) Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang merekomendasikan kepada umat Islam untuk menghindari menyebut orang orang non-muslim dengan kata kafir.

Baca Juga: Suara Keras-Keras, toa Berjejeran, Menko Puan Maharani Sebut Masjid Hanya Tempat Penyebaran Hoaks

"Saya ingin garis bawahi ajakan itu rekomendasi dalam konteks kehidupan kita sebagai sebuah bangsa yang heterogen. Sehingga sebutan-sebutan kepada yang beda keimanan, keyakinan, agama itu tidak menggunakan sebutan yang berpotensi bisa diduga sesuatu sebutan yang tidak dikehendaki oleh yang disebut itu," ujar Lukman di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Dia menuturkan, penyebutan kafir kepada non-muslim tergolong menyakiti. Keberagamaan merupakan suatu keniscayaan sehingga menghindari penyebutan istilah kafir untuk saling menghargai satu sama lain dan sangat penting bagi kerukunan antarumat beragama.

Simak juga: Pengembangan Dari OTT Romi, Ruang Kerja Menteri Agama Ikut Disegel KPK

Menurutnya, setiap warga negara mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menjaga agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam keseharian. Ajakan PBNU itu untuk menghilangkan istilah kafir dal .. Selanjutnya . . .

Rabu, 13 Maret 2019

Maruf Amin: Saya Ini Ibarat Kapal Nabi Nuh, InsyaAllah Umat akan selamat dunia akhirat Jika Memilih Saya


OPERAIN- CALON wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin Amin mengibaratkan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai kendaraan penyelamat umat seperti kapal Nabi Nuh. Hal itu disampaikan Maruf Amin saat menghadiri peringatan Harlah ke-93 NU di Lapangan Prawitasari, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019).

NU, menurut Maruf Amin, menjadi kendaraan penyelamat dari gonjang-ganjing cara berpikir pemahaman keagamaan. "Yang selama ini ada yang ke kanan dan ke kiri, NU berada ditengah, sebagai penyelamat.


loading...


Kapal NU kayak kapal Nabi Nuh," ujar Maruf Amin di hadapan ribuan peserta yang hadir di Harlah NU. Maruf Amin mengisahkan kapal Nabi Nuh menjadi penyelamat saat banjir besar datang. NU, ucap Maruf Amin, juga sebagai kendaraan penyelamat, yang akan menyelamatkan seluruh umat yang berada di dalamnya dari gelombang gonjang-ganjing pemahaman keagamaan. "Siapa naik kapal NU insyaallah akan selamat dunia akhirat.

Makanya jangan sampai ketinggalan, kayak anak Nabi Nuh tidak mau naik perahu, justru berlindung di gunung," tutur Maruf Amin. Umat yang berada di dalam kapal NU, kata Maruf Amin, akan selamat dari gelombang. loading... "Nabi Nuh kan NU-H. Sekarang H-nya dibuang jadi perahu NU.

Jangan berdiri di pinggir nanti kena gelombang, kalau ikut gelombang nanti terbawa gelombang. Ikut kiai NU insyaallah selamat," papar Maruf Amin. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini mengajak seluruh warga NU bersyukur karena NU telah mencapai usia 93 tahun. Bagi Maruf Amin, usia 93 tahun bukanlah umur yang pendek.

Tak semua organisasi bisa berumur panjang. Maruf Amin mengatakan, NU akan akan terus menjalankan tugasnya menjadi perekat dan penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Ada organisasi yang hanya seumur jagung, begitu tumbuh setahun, dua tahun sudah wabilahitaufiq wal hidayah," ucapnya. Tak Suka Disebut Cuma Jadi Alat Sementara itu Maruf Amin tak berkenan disebut sekadar jadi alat politik pada Pemilihan Presiden 2019.



loading...



Hal itu disampaikan Maruf Amin saat mengadiri Harlah ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019) siang. Di kesempatan itu, Maruf Amin sempat membantah isu mengenai dirinya dijadikan alat politik di Pilpres 2019, dengan mendampingi calon presiden (petahana) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

"Ada yang bilang, 'paling KH Maruf Amin hanya jadi alat'. Emang saya pacul. Yang jadi alat kan pacul," ujar Maruf Amin di hadapan ribuan peserta yang hadir di Lapangan Prawatasari, Sawah Gede, Cianjur. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini merasa isu itu ingin menjatuhkan martabat seorang ulama. Maruf Amin meminta agar kabar itu tak terus menerus disebarkan, karena dapat membuat masyarakat waswas. "Kiai dibilang jadi alat. Itu menghina itu.

Ente jangan sembarangan. Tapi kalau untuk jadi alat pembangunan, untuk Indonesia maju, tentu saya siap. Ini tugas agama dan tugas negara," tegas Maruf Amin. "Dibilang sudah tua lah, jadi alat lah.

Itu namanya tukang bikin waswas," sambung Maruf Amin. Dalam acara Harlah ke-93 NU di Kabupaten Cianjur ini, dihadiri Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cianjur KH Abdul Qodir, dan Ketua PCNU Kabupaten Cianjur KH Choirul Anam. Berharap ada ulama jadi presiden “KALAU saya bisa jadi Wakil Presiden (Republik Indonesia).

Saya berharap ke depan nanti ada ulama jadi Presiden (2024-2029).” Kalimat itu dilontarkan calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin, di atas mimbar dalam pidato deklarasi dukungan dari Jaringan Alumni Mesir Indonesia (JAMI) di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (9/2/2019). Riuh tepuk tangan ratusan anggota JAMI menyambut harapan besar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu. Maruf Amin menyebut keputusan maju dalam Pemilihan Presiden 2019 bukan tanpa pertimbangan, dan desakan dari para ulama Nadhlatul Ulama untuk membuatnya menerima tawaran Jokowi.

Pangeran Syayid Peto Endah itu menghargai ajakan Jokowi untuk didampingi ulama untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah tantangan kondisi politik.

“Banyak yang bertanya kenapa Pak Jokowi pilih saya, padahal ada banyak opsi politisi bisa, pengusaha bisa, profesional bisa, TNI/Polri bisa. Itu berarti beliau menghargai ulama,” ujar Maruf Amin. Maruf Amin meyakini bisa menjaring lebih banyak suara dari ratusan anggota JAMI, setelah mendeklarasikan dukungan.

“Dukungan JAMI ini potensinya besar sekali, karenanya saya yakin pasangan 01 kami akan semakin punya harapan besar untuk memenangkan Pilpres 2019,” ucapnya.

Ketua JAMI Aas Subarkah dalam pidatonya menyampaikan komitmen besar sekaligus berperan aktif dalam menyebarluaskan visi misi pasangan Jokowi-Maruf Amin. “Kami akan mendukung menyebarkan prinsip Islam Wasatiyyah dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Juga membangun bangsa untuk tegaknya Indonesia,” kata Aas..Selanjutnya

Kamis, 07 Maret 2019

Menhan: Jika masih ada Ulama Atau Ustadz Bilang Kafir Saat Ceramah, Silahkan Laporkan

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Riyacudu menyarankan melaporkan untuk para pendakwah yang masih menggunakan kata "kafir" disetiap ceramah-ceramah masjid atau mushala.

OPERAIND- Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Riyacudu dinilai sangat arogan dengan mengatakan akan menempeleng seseorang yang menyebut kafir.

Demikian dikatakan aktivis politik Rahman Simatupang dalam pernyataan kepada suaranasional, Rabu (6/3/2019).

“Menhan tidak perlu mengurusi yang bukan ahlinya. Ini bidang ahli agama Islam,” ungkapnya.


loading...


Menurut Rahman, pernyataan Menhan itu bisa buat peringatan buat ulama agar tidak menyebut kafir dalam sebuah pengajian.

“Nantinya dikondisikan ulama dan pendakwah tidak boleh menyebut kafir,” jelas Rahman.

Rahman menilai hasil Batsul Masail Munas NU dapat dipakai negara untuk melarang penggunaan kafir.

“Negara mendapat legitimasi NU untuk melarang menggunakan kata kafir termasuk dalam pengajian,” papar Rahman.

Ia menilai, negara sudah melakukan intervensi masalah agama dan menyebabkan kerusakan bangsa.

“Negara tidak perlu intervensi masalah agama,” pungkas Rahman.

Sebelumnya Menhan Ryamizard akan menempeleng seseorang yang menyebut kafir.


loading...


“Kalau ada yang bilang kafir, bisa saya cyduk tidak hanya saya tempeleng. Pancasila itu persatuan Indonesia yang berperikemanusiaan,” tuturnya.

Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

“Pancasila sama dengan ajaran Islam kok, silaturahmi, dengan silaturahmi itu kebersamaan. Yang tidak melaksanakan silaturahmi, kata Allah, tidak akan diberikan rahmat dari Allah,” ujar Ryamizard..Selanjutnya

Sabtu, 23 Februari 2019

Ust.Yusuf Mansur Sebut Jika Umat Islam Tidak Suka Dikatain "Radikal" Ya Pilihlah Jokowi!!


OPERAIND- Salah satu anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) sekaligus pendakwah yaitu Ustadz Yusuf Mansur mengatakan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dikelilingi oleh kelompok yang berpikiran radikal dari umat islam.

"Yang melingkari Pak Prabowo adalah rata-rata, mohon maaf ya dengan segala hormat itu banyak orang-orang yang berpikiran track record nya berpikiran radikal selama ini," ujar Ustadz Yusuf Mansur.


loading...


Salah satu Tim Kampanye Nasional (TKN) sekaligus pendakwah menyatakan bahwa kelompok radikal yang mengelilingi kubu Prabowo-Sandiaga merupakan fakta yang tak bisa dibantah.

Ia sendiri menilai kehadiran kelompok radikal itu tentu menghawatirkan bagi kelompok Islam moderat, seperti NU dan Muhammadiyah.

"Dan tentu itu kalau bagi Ansor, NU, Muhammadiyah akan menjadi kekhawatiran," ujar Ustadz Yusuf Mansur.

Menurut Ustadz Yusuf Mansur Indonesia bisa terpecah belah jika pasangan yang disokong kaum radikal memenangkan Pilpres 2019. Ia bahkan khawatir Indonesia bisa terpecah belah seperti sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Suriah dan Afganistan.

"Kalau gerakan radikal ini menang, bangsa ini bisa pecah, Suriah kan begitu, kemudian beberapa negara di Afrika," kata dia.


loading...


Sementara di tempat berbeda, Ma'ruf Amin juga menegaskan tak ada pendukung mereka yang berasal dari kaum radikal. Meski demikian, Ma'ruf menyakini GP Ansor telah memiliki data yang valid terkait kelompok radikal yang menginduk di salah satu pasangan capres-cawapres tersebut sehingga mau membuka suara ke publik.

"Ya kalau di Jokowi tidak ada (kelompok) radikalis ya. Ya mungkin saja (ada kaum radikal mendukung salah satu pasangan), kalau GP Ansor kan punya datanya. Kalau dia bicara berarti dia punya data," kata Ma'ruf di Kantor DPD Golkar, Depok, Jawa Barat.

GP Ansor sebelumnya menyatakan kelompok-kelompok radikal yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia mulai terkonsolidasi menjelang pilpres 2019.




Konsolidasi yang mereka lakukan disebut bukan untuk mengacaukan jalannya pilpres 2019. Melainkan membawa agenda mendirikan negara Islam atau NKRI Bersyariah dengan mendukung salah satu paslon presiden dan wakil presiden.

Sementara itu, Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ferry Mursyidan Baldan menilai pernyataan GP Ansor terkait kaum radikal berlebihan..Selanjutnya

Sabtu, 16 Februari 2019

Habib Rizieq perintahkan umat Islam Putihkan Monas di Malam Munajat 212, Ustadz Yusuf Mansur: Jaminan Surga Kah?


OPERAIND- mengajak umat Islam untuk meramaikan Monas pada acara Malam Munajat 212. Acara tersebut akan digelar pada Kamis (21/2) nanti.

Baca Juga: Soal Isu TKA, Dubes China: Tenaga Kerja yang Kami Datangkan Ke RI Tidak sebodoh & Semalas Kalian

Rizieq menyampaikan hal itu lewat video yang diunggah di YouTube kanal FRONT TV. Video tersebut diunggah pada Rabu (13/2). Kuasa hukum Rizieq, Munarman menyatakan video tersebut baru dan membolehkan untuk dikutip.


loading...


"Di kota suci Mekah Almukaromah, kita bersama-sama menyerukan kepada seluruh umat Islam, kepada seluruh muslimin-muslimah, kepada seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bersama-sama untuk mensukseskan acara Malam Munajat 212 yang insyaallah akan digelar pada hari Kamis, malam Jumat, yaitu pada tanggal 21 Februari 2019," kata Rizieq dalam video seperti dilihat, Sabtu (16/2/2019).

Baca Juga: Utang Indonesia Naik Jadi Rp 5.275 T, Jokowi: Maaf Itu Bukan Urusan Saya, Saya Hanya Melanjutkan

Dia mengatakan acara akan dimulai dengan salat magrib berjemaah. Rizieq mengatakan acara ini digelar Lembaga Dakwah FPI yang bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI dan majelis-majelis taklim se-Jabodetabek.

Baca Juga: Ridwan Kamil Sebut Hanya "Kecurangan" Yang Mengalahkan Jokowi!!

"Sekali lagi, insyaallah hari Kamis, malam Jumat 21 Februari akan digelar Malam Munajat 212 untuk mengetuk pintu langit. Yaitu untuk mengetuk pintu rahmat Allah SWT untuk keselamatan agama, bangsa, dan negara tercinta Republik Indonesia," ujarnya.

Dalam video tersebut, Rizieq tampak didampingi Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis, Ketua Front Santri Indonesia (FSI) Habib Hanif Al-Athas, Ketua MUI DKI Jakarta Habib Muhsin Alatas, dan Bendahara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Supriyadi.



loading...



Rizieq mengatakan acara Malam Munajat 212 digelar untuk meminta berkah kepada Allah SWT. Dia meminta peserta yang akan datang untuk menjaga akhlak yang baik dan menjaga situasi aman, nyaman, tenang, senang, dan menang meraih keberkahan dari Allah SWT.

Tangapan pun menculat dari Ustadz Yusuf Mansur dengan menanyakan apakah para umat yang mengikuti kegiatan tersebut di jamin surga? soalnya dari awal saya melihat disini banyak sekali unsur politik yang justru menjelekkan kubu lawan. ujar Ustadz Yusuf Mansur.

"Dan kita berharap, ini tidak terjadi, karna seakan akan ini adalah sebuah doktrin untuk menjadikan masyarakat terutama umat islam menjadi pemberontak, pemberontak secara ha... Selanjutnya..

Kamis, 14 Februari 2019

Ma'ruf Amin: Memilih Saya & Pak Jokowi Sama Saja Sudah Mengantongi Tiket Surga


OPERAIND- Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengungkap alasan, mengapa kubu Prabowo-Sandiaga sulit meraup suara pesantren dan ulama pada Pemilihan Presiden 2019. Ia menyatakan, karena dua hal tersebut adalah modal utama dia, sebagai bagian dari kultural Nahdlatul Ulama (NU) yang tak bisa dipisahkan.

Baca Juga: Jokowi-Ma'ruf Amin Diprediksi Kalah di Pulau Jawa, Ma'ruf Amin: Umat Islam Bakal Masuk Neraka!
"Itu adalah modal kita, modal kita dari kelompok nasionalis dan kelompok Islam moderat, harus di maintenance jangan sampai diambil orang," kata Ma'ruf di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/2/2019).


loading...


Pesantren, lanjut Ma'ruf, memiliki pengaruh besar guna meraup dukungan dalam kontestasi pesta demokrasi. Keberadaan pesantren, jaringan santri dan kiai, memiliki peran vital sebagai lumbung suara.

"Ada kiai-kiai kampung, pesantren yang punya alumni dimana-mana, bukan hanya di Jawa, alumni itu di berbagai di Indonesia, oleh karena itu harus dijaga dan dipelihara," lanjut dia.

Baca Juga: Prabowo Bidik Jateng, Megawati: Pulau Jawa Lumbung Banteng, "Penculik" Jangan Coba-Coba Mendekat!!

Karenanya, meski kubu Prabowo-Sandiaga melakukan hal prakitk serupa, Ma'ruf Amin tetap optimis suara tidak akan bocor dan tetap beralih. Ma'ruf meyakini kultur dan jaringannya sebagai kader Nahdliyin sudah mengakar dan mendarahdaging.

"Pesantren itu kan kulturnya itu kultur NU, mereka akan lebih mendukung representasi NU, jadi kita harus jaga supaya tetap di 01, jangan sampai diambil 02," Ma'ruf menandasi.

Safari Politik ke Jateng

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin melanjutkan safari politik ke Semarang, Jawa Tengah, Senin 4 Januari 2019. Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon, Tlogosari, menjadi tempat pertama persinggahan mustasyar PBNU ini.

Pantauan di lokasi, Ma'ruf Amin tiba pukul 09.00 WIB. Kedatangannya langsung disambut antusias para santri. Lewat kamera ponsel mereka, momen kedatangan pasangan Jokowi dalam Pilpres 2019 ini dielukan.


loading...


Pimpinan Ponpes Al-Itqon KH Harits Shodaqoh yang sudah menanti bersama para kiai setempat, langsung mengajak Ketum MUI ini singgah di ruang penyambutan sebelum memasuki aula untuk memberi kata sambutan.

Seperti kedatangan Ma'ruf Amin pada umumnya, lagu kebangsaan Indonesia dan "Ya Lal Wathon" langsung bergema secara bergantian, sebelum dilanjutkan kata sambutan.

Baca Juga: Kotak Suara Rusak Parah!! Ketua KPU: Tidak Masalah, Cina Selalu Siap Membantu Kita

"Kami merasa syukur dan alhamdulilan kedatangan Pak Kiai dan rombongan. Harapan besar kami kedatangan kiai dan rombongan menjadi berkah, amin," kata Harits di lokasi, Senin 4 Januari 2019.

Harits bercerita, tradisi di sebuah pesantren adalah manut (menurut/mengikut) dengan kiainya. Karenanya, kehadiran Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden adalah sebuah barokah tersendiri dirasakan kalangan santri.

"Kehadiran kiai di pemerintah betul jadi angin segar, perhatian pemerintah saat ini terhadap pesantren sangat bagus sekali, kami sangat antusias," ujar Harits.

Karenanya, Harits berharap jika Ma'ruf terpilih kelak kehadirannya di dalam struktural pemerintahan bisa lebih berkontribusi bagi kemajuan pesantren di Indonesia.

"Jadi lebih kalau Mbah Kiai ada di pemerintahan, lebih konkret lagi pastinya, amin yarabbal alamin," ucap Harits..Selanjutnya

Soal Prabowo Ditolak Shalat Jum’at, Cucu Pendiri NU: Islam Cap Apa Kalian? Orang Mau Shalat Jum’at Ditolak


OPERAIND-Juru Bicara Badan Pemenangan Nasioan (BPN) Prabowo-Sandi, KH Irfan Yusuf atau yang karib disapa Gus Irfan menilai sangat berlebihan apabila Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ditolak atau dilarang menunaikan ibadah Solat Jumat di Masjid Agung Semarang. Ia sangat prihatin adanya penolakan kepada orang yang mau beribadah.

“Ya kalau orang mau sholat kok engga boleh? Sampean kalau mau solat di masjid Tebuireng itu bagaimana,” katanya saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis, (14/2).



loading...



Menurut cucu dari pendiri Nahdatlul Ulama, KH Hakim Asyari itu, dukungan politik boleh-boleh saja diberikan kepada siapapun. Asalkan jangan dilakukan secara berlebihan termasuk melarang atau menolak orang mau beribadah.

“Berlebihan apabila Prabowo ditolak solat Jumat. Dukung ya dukung, tapi ya jangan berlebihan,” katanya.

Pengasuh Pondok pesantren Al Faroos Tebuireng, Jombang, Jawa Timur tersebut mengatakan, selama ini ada pertanyaan apakah Prabowo ibadah solat Jumat atau tidak. Namun anehnya ketika hendak Solat Jumat, Prabowo justru ditolak.

“Katanya banyak yang tanya Prabowo solat Jumat di mana? Nah ini mau Solat Jumat kok engga boleh,” katanya.

Prabowo menurutnya, ibadah solat jumat bukan untuk kampanye atapun pencitraan. Selama ini Prabowo paling tidak suka apabila sedang beribadah ada foto atau kamera yang mengabadikannya.

“Yakinlah nanti solat jumat engga pakai kamera kok. Karena pak Prabowo tidak pernah kalau solat difoto atau disyuting. Jadi saya sangat prihatin sampai takmir masjid melarang orang Jumatan. Ini hal yang luar biasa buat kita,” katanya.



loading...



Masyarakat menurut Gus Irfan tidak perlu khawatir dengan penolakan atau pelarangan takmir Masjid Kauman Semarang itu. Masyarakat memiliki hak untuk beribadah di manapun.

“Datang saja, masa Jumatan engga boleh. Terus begini tipikal umat Islam itu, seperti adonan roti, kalau dikerasi malah seperti adonan roti. Ditekan engga mungkin habis, malah dari sela sela jari, engga usah khawatir Jumatan saja,” pungkasnya.

Sebelumnya dilansir dari Tribun Jateng, Ketua Masjid Agung Semarang atau biasa disebut Masjid Kauman, KH Hanief Ismail, menyatakan keberatan adanya rencana Capres 02 Prabowo Subianto jumatan di Masjid Kauman Semarang, Jumat (15/2/2019).

Secara khusus KH Hanief mengontak mantan Komisioner Panwaslu Semarang Mohamad Ichwan menulis keberatannya itu.

Dia juga meminta agar diberitahukan kepada Bawaslu Kota Semarang untuk mengambil tindakan yang diperlukan.

Menurut Kiai Hanief, jumatan yang akan diadakan oleh Prabowo itu perbuatan memolitisasi ibadah shalat jumat sekaligus memakai masjid untuk kepentingan politik.

“Kami para nadlir atau takmir Masjid Kauman merasa keberatan dengan rencana jumatan Prabowo tersebut. Tolong sampaikan ke Bawaslu agar mengambil tindakan yang perlu sesuai aturan hukum,” tutur Kiai Hanief yang juga Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang dalam keterangan pers kepada Tribunjateng.com, Kamis (14/2/2019).

Lebih lanjut Kiai Hanief menjelaskan, pihaknya tidak pernah mendapat surat pemberitahuan dari tim kampanye Prabowo-Sandi maupun dari partai pengusung pasangan capres-cawapres tersebut.

Sabtu, 09 Februari 2019

Jokowi-Ma'ruf Amin Diprediksi Kalah di Pulau Jawa, Ma'ruf Amin: Umat Islam Bakal Masuk Neraka!


OPERAIND- Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berupaya merebut suara pemilih di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Baca Juga: Ma'ruf Amin: Memilih Saya & Pak Jokowi Sama Saja Sudah Mengantongi Tiket Surga

Saat ini kedua paslon secara khusus membahas strategi kampanye untuk unggul di tiga wilayah ini. Namun sejumlah kalangan memprediksi, Jokowi akan mengalami banyak kesulitan untuk memenangkan pertarungan di sejumlah daerah, termasuk di DKI Jakarta, Jabar, Jateng dan Jatim.


loading...


Tokoh perubahan Dr Rizal Ramli meyakini capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tidak akan menang dalam Pilpres 2019. Menurutnya, pertarungan sesungguhnya dalam Pilpres tahun ini bakal berpusat di Pulau Jawa.

“Jokowi akan mengalami banyak kesulitan di sejumlah daerah. Jangan berharap menang lah, Jabar, Jateng, Jatim, disana petaninya pada nangis, kalau masih pede menang ya kepedean. Lah petani gula, garam dan beras nangis semua,” kata mantan Menko Perekonomian Dr Rizal Ramli saat bertemu sejumlah warg di Jawa Barat, Kamis (7/2/2019).

Baca Juga: Ma'ruf Amin: Jaga Pesantren Kita, Jangan Sampai Disusupi "Mantan Penculik"

Mantan Menko Bidang Kemaritiman itu menyatakan, di Jakarta Jokowi kalah lebih dari 15 persen, meskipun timses Jokowi mengatakan Jokowi hanya kalah 10 persen. “Di Banten, paslon 01 kalah sebesar 9 persen,” paparnya.

Arus Perubahan

Hal senada disampaikan pengamat politik dari Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminudin, menurutnya, saat ini sudah cukup besar keinginan rakyat untuk mengganti presiden. Oleh karena itu jangan harap Jokowi akan menang di basis PDIP seperti di Jabar, Jateng, Jatim. Namun demikian, di Jateng kemungkinan Jokowi bisa menang tipis.


loading...


"Di Jatim, Jokowi bisa kalah tipis karena NU struktural dan PDIP serta mesin parpol kubu Jokowi cukup besar. Tapi arus besar perubahan tetap sulit dibendung," tegasnya kepada Harian Terbit, Jumat (8/2/2019).

Aminudin menuturkan, meski di Jatim, Jokowi mungkin kalah tipis. Tapi di Jabar dan DKI Jakarta, Jokowi bisa kalah telak. Karena kalangan terpelajar di DKI dan Jabar jumlahnya sangat besar. Selain itu jumlah swing voters di DKI dan Jabar juga sangat besar. Apalagi semua survei juga menunjukkan pemilih Jokowi didominasi lulusan SD atau berpendidikan rendah.

"Adanya keinginan perubahan presiden kuat sekali. Ekspresi pemilih dibawah sudah ada nuansa emosional. Hal itu terjadi karena makin sulitnya ekonomi dan melihat arus membanjirnya pekerja Tiongkok ke Indonesia," paparnya.

Baca Juga: Prabowo Bidik Jateng, Megawati: Pulau Jawa Lumbung Banteng, "Penculik" Jangan Coba-Coba Mendekat!!

Oleh karena itu, sambung Aminudin, asalkan tidak ada kecurangan maka peluang Prabowo menang di Pilpres 2019 sangat besar.

Bakal Tumbang

Pengamat politik Rusmin Effendy juga memprediksi calon petahana Joko Widodo bakal tumbang melawan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang. Pasalnya, masyarakat sekarang menghendaki arus besar perubahan kepemimpinan Indonesia akibat kualitas Jokowi selama berkuasa.

"Saya bisa memastikan tanda-tanda kejatuhan Jokowi semakin terang terlihat. Kondisi riil yang ada di masyarakat yang menginginkan pergantian karena pelbagai kebijakan Jokowi yang tidak pro rakyat dan kehidupan rakyat semakin terpuruk," tandasnya.

Apalagi, kata Rusmin, saat ini rakyat sudah semakin cerdas menilai pemimpin. Sehingga pencitraan Jokowi tak lagi menjadi magnit politik, bahkan menimbulkan cibiran masyarakat.

"Rakyat tak butuh pencitraan politik, tapi kerja nyata yang berdampak langsung ke rakyat. Apalagi program dan janji-janji kampanye Jokowi tidak ada yang signifikan terealisasi," tegasnya.

Menyinggung soal basis dukungan suara bagi kemenangan Jokowi, Rusmin menjelaskan, kalau di Jateng dan Jatim dianggap sebagai lumbung suara PDIP, pada saat Pilpres nanti akan mencair, apalagi Jawa Barat akibat Pilgub lalu menjadi lumbung suara Gerindra.

"Saya bisa memastikan Jawa Barat bakal menjadi lumbung suara terbesar bagi kemenangan kubu Prabowo, termasuk di Jawa Timur," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, dua bakal Capres berkunjung ke Jawa Timur di waktu yang sama, yakni Kamis (6/9/2019) hari ini. Joko Widodo, Capres petahana berkunjung ke Surabaya dan Mojokerto.

Jokowi hadir di Universitas PGRI Adi Buana di Surabaya dan berkunjung ke Pondok Pesantren Ammanatul Ummah di Pacet Mojokerto yang diasuh KH Asep Syaifuddin Chalim.

Sedangkan Prabowo melakukan ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang berada di Kabupaten Jombang, Kabupaten Bangkalan, dan Kabupaten Situbondo.

Melihat fenomena ini, Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga, Suko Widodo mengatakan, Jawa Timur memang sangat potensial dan menjadi penentu dalam pemilihan presiden tahun depan.

"Taruhlah Jawa Barat dan Banten sudah kena oleh Pak Prabowo. Lalu Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kena Pak Jokowi, maka Jatim menjadi kunci penentunya," kata Suko Widodo, yang dihubungi Surya (Tribunjatim.com Network), Kamis (6/9/2019).

Sementara itu, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) menyebutkan, elektabilitas Presiden Joko Widodo masih mengungguli Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Bila pemilihan presiden diadakan sekarang di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Jokowi unggul di atas calon-calon lain, termasuk Prabowo" kata peneliti SMRC Sirojudin Abbas saat memaparkan hasil surveinya di Kantor SMRC, Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Abbas mengatakan, keunggulan Jokowi di Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak begitu mengejutkan.

Sebab, sejak pilpres 2014 lalu, Jokowi memang unggul di dua daerah tersebut.

Menanggapi hal itu Ma’ruf Amin menilai kalau seluruh Umat Islam bukan hanya malu tetapi bisa masuk neraka semua, karena tidak mampu mendukung salah satu tokoh yang memiliki darah Pasundan untuk maju sebagai wakil presiden..Selanjutnya