Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2019

Menhan: Jika masih ada Ulama Atau Ustadz Bilang Kafir Saat Ceramah, Silahkan Laporkan

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Riyacudu menyarankan melaporkan untuk para pendakwah yang masih menggunakan kata "kafir" disetiap ceramah-ceramah masjid atau mushala.

OPERAIND- Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Riyacudu dinilai sangat arogan dengan mengatakan akan menempeleng seseorang yang menyebut kafir.

Demikian dikatakan aktivis politik Rahman Simatupang dalam pernyataan kepada suaranasional, Rabu (6/3/2019).

“Menhan tidak perlu mengurusi yang bukan ahlinya. Ini bidang ahli agama Islam,” ungkapnya.


loading...


Menurut Rahman, pernyataan Menhan itu bisa buat peringatan buat ulama agar tidak menyebut kafir dalam sebuah pengajian.

“Nantinya dikondisikan ulama dan pendakwah tidak boleh menyebut kafir,” jelas Rahman.

Rahman menilai hasil Batsul Masail Munas NU dapat dipakai negara untuk melarang penggunaan kafir.

“Negara mendapat legitimasi NU untuk melarang menggunakan kata kafir termasuk dalam pengajian,” papar Rahman.

Ia menilai, negara sudah melakukan intervensi masalah agama dan menyebabkan kerusakan bangsa.

“Negara tidak perlu intervensi masalah agama,” pungkas Rahman.

Sebelumnya Menhan Ryamizard akan menempeleng seseorang yang menyebut kafir.


loading...


“Kalau ada yang bilang kafir, bisa saya cyduk tidak hanya saya tempeleng. Pancasila itu persatuan Indonesia yang berperikemanusiaan,” tuturnya.

Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

“Pancasila sama dengan ajaran Islam kok, silaturahmi, dengan silaturahmi itu kebersamaan. Yang tidak melaksanakan silaturahmi, kata Allah, tidak akan diberikan rahmat dari Allah,” ujar Ryamizard..Selanjutnya

Sabtu, 23 Februari 2019

Sindir Ulama Pendukung Prabowo, Puan Maharani: Jidat Boleh Gosong Tapi Otak Gak Boleh Kosong

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani (foto:lij/juh)

OPERAIND- Indonesia telah memiliki pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk dipilih pada Pilpres 2019. Kedua pasangan itu adalah Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Partai politik pun terbelah menjadi dua kubu, yang mendukung Petahana yakni Presiden Joko Widodo dan yang mendukung Prabowo.


loading...


Namun demikian saat ini ada sejumlah nama yang mendukung Prabowo, namun masih menjabat di pemerintahan Jokowi.

Terkait dengan hal itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani telah berkomentar keras.

"Memang seyogjanya setelah koalisi tergambarkan jelas, siapa pun menteri yang tidak ada dalam koalisi artinya mendukung pemerintahan, berhenti," kata Pramono Anung.

Dia mengatakan para pendukung Prabowo rata rata dari kalangan ulama karbitan ulama monaslimin, kenapa saya mengatakan itu, karna saya lihat mereka hanya pamer soal masalah asesoris yang ia kenakan saja seperti jidat yang gosong tapi otak kosong yang di tutupi sorban sorban.

Sementara itu, Puan Maharani mengatakan setiap pihak yang menyatakan mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin memang harus mundur dari pemerintahan.

loading...


"Kalau melihat secara etika, apapun itu, PAN sudah menyatakan mendukung capres-cawapres berbeda dengan yang ada di pemerintahan sampai 2019."

"Kalau melihat seperti itu, memang dimungkinkan kemudian untuk memperkokoh, memperkuat koalisi yang ada seperti sekarang bahwa yang tidak mendukung pemerintahan sekarang dan capres cawapres yang notabene Presiden sampe 2019, ya mengundurkan diri atau keluar dari koalisi yang ada sekarang."

Ust.Yusuf Mansur Sebut Jika Umat Islam Tidak Suka Dikatain "Radikal" Ya Pilihlah Jokowi!!


OPERAIND- Salah satu anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) sekaligus pendakwah yaitu Ustadz Yusuf Mansur mengatakan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dikelilingi oleh kelompok yang berpikiran radikal dari umat islam.

"Yang melingkari Pak Prabowo adalah rata-rata, mohon maaf ya dengan segala hormat itu banyak orang-orang yang berpikiran track record nya berpikiran radikal selama ini," ujar Ustadz Yusuf Mansur.


loading...


Salah satu Tim Kampanye Nasional (TKN) sekaligus pendakwah menyatakan bahwa kelompok radikal yang mengelilingi kubu Prabowo-Sandiaga merupakan fakta yang tak bisa dibantah.

Ia sendiri menilai kehadiran kelompok radikal itu tentu menghawatirkan bagi kelompok Islam moderat, seperti NU dan Muhammadiyah.

"Dan tentu itu kalau bagi Ansor, NU, Muhammadiyah akan menjadi kekhawatiran," ujar Ustadz Yusuf Mansur.

Menurut Ustadz Yusuf Mansur Indonesia bisa terpecah belah jika pasangan yang disokong kaum radikal memenangkan Pilpres 2019. Ia bahkan khawatir Indonesia bisa terpecah belah seperti sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Suriah dan Afganistan.

"Kalau gerakan radikal ini menang, bangsa ini bisa pecah, Suriah kan begitu, kemudian beberapa negara di Afrika," kata dia.


loading...


Sementara di tempat berbeda, Ma'ruf Amin juga menegaskan tak ada pendukung mereka yang berasal dari kaum radikal. Meski demikian, Ma'ruf menyakini GP Ansor telah memiliki data yang valid terkait kelompok radikal yang menginduk di salah satu pasangan capres-cawapres tersebut sehingga mau membuka suara ke publik.

"Ya kalau di Jokowi tidak ada (kelompok) radikalis ya. Ya mungkin saja (ada kaum radikal mendukung salah satu pasangan), kalau GP Ansor kan punya datanya. Kalau dia bicara berarti dia punya data," kata Ma'ruf di Kantor DPD Golkar, Depok, Jawa Barat.

GP Ansor sebelumnya menyatakan kelompok-kelompok radikal yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia mulai terkonsolidasi menjelang pilpres 2019.




Konsolidasi yang mereka lakukan disebut bukan untuk mengacaukan jalannya pilpres 2019. Melainkan membawa agenda mendirikan negara Islam atau NKRI Bersyariah dengan mendukung salah satu paslon presiden dan wakil presiden.

Sementara itu, Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ferry Mursyidan Baldan menilai pernyataan GP Ansor terkait kaum radikal berlebihan..Selanjutnya

Di Pulau Jawa, Barisan Ulama NU Pendukung Jokowi Balik Kanan Mendukung Prabowo–Sandi


OPERAIND- Sekelompok kiai Nahdlatul Ulama (NU) mendeklarasikan Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin Pendukung Prabowo – Sandiaga Uno,  Senin petang, 22 Oktober 2018. Deklarasi sekaligus peresmian Rumah Pemenangan Prabowo – Sandiaga Jawa Timur itu dilaksanakan di Museum NU, Jalan Gayungsari Timur Surabaya.

Deklarasi dihadiri calon wakil presiden Sandiaga Uno, sejumlah kiai dan ratusan massa. Beberapa ulama yang nampak hadir antara lain putra KH Wahab Chasbullah, KH Hasib Wahab Chasbullah; putra KH Maimoen Zubair, KH Najib Maimoen dan salah seorang tokoh NU KH Choirul Anam.


loading...


Hasib Wahas Chasbullah, yang juga pembina Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin Pendukung Prabowo – Sandiaga, mengatakan nahdliyin yang ikut dalam mendukung Prabowo – Sandi bukan dari kalangan struktural.

Mereka, kata Hasib, ialah warga NU yang dalam ijtihad politiknya condong pada Prabowo – Sandiaga karena menilai program-program yang diusung sangat pro-rakyat kecil. “Beliau memperjuangkan peningkatan ekonomi dan keadilan,” tuturnya kepada Tempo.

Hasib membantah bahwa NU pecah dalam mensikapi pemilu presiden 2019 karena Rais Aam KH Ma’ruf Amin menjadi calon wakil presiden Joko Widodo. Menurut Hasib, perbedaan dukungan dalam politik merupakan hal yang wajar di tubuh NU. 

“NU tidak pecah dalam artian terbelah menjadi dua, tapi hanya beda dalam menyalurkan aspirasi politiknya. Bayangkan NU ini punya massa 90 juta, masak tidak boleh ada yang beda,” ujarnya.

Ihwal pemakian sebagian gedung Museum NU untuk Rumah Pemenangan Prabowo – Sandiaga, Hasib menilai hal itu bukan sebuah keberpihakan NU secara organisasi pada Prabowo - Sandi.

Hasib  membandingkan Ma’ruf Amin yang menggunakan pengaruhnya di NU untuk mendukung Jokowi. “Sama dengan Kiai Ma’ruf kan, apakah beliau tidak membawa NU berpihak pada Jokowi,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang itu.


loading...


Adapun Sandiaga Uno berterimakasih atas dukungan ulama NU. Sebelumnya, Prabowo – Sandiaga berziarah ke makam para pendiri NU di Kabupaten Jombang sekaligus napak tilas Resolusi Jihad 1945. Prabowo – Sandi berziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Tebuireng, makam KH Bisri Syansuri di Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar; dan makam KH Wahab Chasbullah di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas.

Menurut Sandiaga tanpa Resolusi Jihad oleh para pendiri NU, tidak ada perang Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan.

“Tanpa Resolusi Jihad tidak ada yang namanya Hari Pahlawan seperti yang kita kenal saat ini,” kata calon wakil  Prabowo dalam orasinya.

Minggu, 17 Februari 2019

BPN Minta Polisi Untuk Mengusut Hoax Soal 'Habib Rizieq', Polisi: Jangan Dibesar Besarkan, Itu Hanya Bercandaan dari Sebagian Masyarakat


OPERAIND- BPN Minta Polisi Untuk Mengusut Hoax Soal 'Habib Rizieq', Polisi: Lebih Baik Kami Ngurusi Laporan yang Lain Ketimbang Ngurusi Buronan yang Gak Jelas Asal Usulnya.

Hoax maklumat Habib Rizieq Syihab meminta aktivis dan simpatisan Front Pembela Islam (FPI) mencabut dukungan untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beredar di media sosial. Kubu pasangan nomor urut 02 itu meminta polisi mengusut penyebar hoax tersebut.


loading...


"Kami mendesak pihak kepolisian untuk mengusut peredaran meme tersebut sampai tuntas. Publik menantikan hukum yang tegak bagi semua. Bukan hanya untuk pendukung petahana," ungkap juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Pipin Sopian, kepada wartawan, Kamis (31/1/2019).

Menurut kepolisian kasus tersebut jangan di ambil pusing, lagian Habib Rizieq juga masih buron, lebih baik kita mengurusi kasus atapun laporan masyarakat yang lain.

Hoax maklumat Habib Rizieq tersebut berbentuk tulisan yang menyebar di media sosial. BPN Prabowo-Sandiaga menilai ada yang sengaja menyebar hoax itu untuk merugikan pihaknya. "Itu hoax dan fitnah yang keji. Habib Rizieq adalah ulama dan negarawan. Tidak akan mengubah pilihan karena itu. Ada pihak yang sengaja membuat hoax untuk mencari keuntungan kelompoknya," ucap Pipin.

Maklumat yang ternyata hoax itu menyebut Habib Rizieq mengeluarkan seruan terkait ucapan Hashim Djojohadikusumo yang menyatakan Prabowo siap menerima dukungan dari keturunan PKI. Dalam maklumat hoax, ucapan tersebut seolah dijadikan landasan sikap politik FPI untuk mencabut dukungan terhadap Prabowo-Sandiaga.


loading...


FPI sudah menegaskan maklumat tersebut merupakan kabar bohong alias hoax. "Hoax," singkat juru bicara FPI, Slamet Maarif, Rabu (30/1).

Berikut ini teks maklumat hoax Habib Rizieq: 'Sehubungan pernyataan resmi dari Hasyim Djojohadikusumo terkait 'dipersilahkannya anggota PKI dari keluarga hingga cucu untuk mendukung PRABOWO' maka diserukan segenap Aktivis FPI & SAYAP JUANGNYA beserta semua simpatisan FPI & seluruhnya untuk segera: 'MENGUNDURKAN DIRI MASSAL TERKAIT DUKUNGAN KEPADA PRABOWO-SANDI, DIKARENAKAN MEREKA TELAH MEMBUKA PINTU GERBANG MASUK UNTUK PKI.'

Sabtu, 16 Februari 2019

Habib Rizieq perintahkan umat Islam Putihkan Monas di Malam Munajat 212, Ustadz Yusuf Mansur: Jaminan Surga Kah?


OPERAIND- mengajak umat Islam untuk meramaikan Monas pada acara Malam Munajat 212. Acara tersebut akan digelar pada Kamis (21/2) nanti.

Baca Juga: Soal Isu TKA, Dubes China: Tenaga Kerja yang Kami Datangkan Ke RI Tidak sebodoh & Semalas Kalian

Rizieq menyampaikan hal itu lewat video yang diunggah di YouTube kanal FRONT TV. Video tersebut diunggah pada Rabu (13/2). Kuasa hukum Rizieq, Munarman menyatakan video tersebut baru dan membolehkan untuk dikutip.


loading...


"Di kota suci Mekah Almukaromah, kita bersama-sama menyerukan kepada seluruh umat Islam, kepada seluruh muslimin-muslimah, kepada seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bersama-sama untuk mensukseskan acara Malam Munajat 212 yang insyaallah akan digelar pada hari Kamis, malam Jumat, yaitu pada tanggal 21 Februari 2019," kata Rizieq dalam video seperti dilihat, Sabtu (16/2/2019).

Baca Juga: Utang Indonesia Naik Jadi Rp 5.275 T, Jokowi: Maaf Itu Bukan Urusan Saya, Saya Hanya Melanjutkan

Dia mengatakan acara akan dimulai dengan salat magrib berjemaah. Rizieq mengatakan acara ini digelar Lembaga Dakwah FPI yang bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI dan majelis-majelis taklim se-Jabodetabek.

Baca Juga: Ridwan Kamil Sebut Hanya "Kecurangan" Yang Mengalahkan Jokowi!!

"Sekali lagi, insyaallah hari Kamis, malam Jumat 21 Februari akan digelar Malam Munajat 212 untuk mengetuk pintu langit. Yaitu untuk mengetuk pintu rahmat Allah SWT untuk keselamatan agama, bangsa, dan negara tercinta Republik Indonesia," ujarnya.

Dalam video tersebut, Rizieq tampak didampingi Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis, Ketua Front Santri Indonesia (FSI) Habib Hanif Al-Athas, Ketua MUI DKI Jakarta Habib Muhsin Alatas, dan Bendahara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Supriyadi.



loading...



Rizieq mengatakan acara Malam Munajat 212 digelar untuk meminta berkah kepada Allah SWT. Dia meminta peserta yang akan datang untuk menjaga akhlak yang baik dan menjaga situasi aman, nyaman, tenang, senang, dan menang meraih keberkahan dari Allah SWT.

Tangapan pun menculat dari Ustadz Yusuf Mansur dengan menanyakan apakah para umat yang mengikuti kegiatan tersebut di jamin surga? soalnya dari awal saya melihat disini banyak sekali unsur politik yang justru menjelekkan kubu lawan. ujar Ustadz Yusuf Mansur.

"Dan kita berharap, ini tidak terjadi, karna seakan akan ini adalah sebuah doktrin untuk menjadikan masyarakat terutama umat islam menjadi pemberontak, pemberontak secara ha... Selanjutnya..

Jumat, 15 Februari 2019

(VIDEO) Soal Jokowi Ingkar Janji, UAS: Justru Presiden Jokowi Memberi Lebih Dari Yang Dijanjikan Untuk Indonesia


OPERAIND- Ustadz Abdul Somad (UAS) menjawab pertanyaan salah seorang jammahnya tentang kepemimpinan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Ma'ruf Amin: Memilih Saya & Pak Jokowi Sama Saja Sudah Mengantongi Tiket Surga

"Bagaimana pendapat ustadz tentang kepemimpinan Presiden Jokowi?" demikian isi pertanyaan jamaah yang dibacakan UAS dalam sebuah pengajian.


loading...


"Mantap!," jawab UAS dengan cepat.

Jawaban Ustadz Abdul Somad itu langsung membuat jamaahnya tertawa.

UAS pun menjelaskan mengapa ia memberikan penilaian itu kepada Presiden Jokowi.
UAS pun menyebutkan janji Jokowi yang dinilainya mantap bahkan belum pernah ada di dunia.
UAS pun mengatakan bahwa Jokowi telah memberikan lebih dari yang ia janjikan kepada Indonesia.

Baca Juga: Maruf Amin: Yang Mau Selamat Dunia Akhirat Ya Harus Pilih Saya!!

"Akan dibuat tol dalam air, Kereta api dalam air, Mana ada pernah itu sejak jaman Majapahit, Kerajaan Demak, belum pernah ada. Baru pada jaman presiden Jokowi," timpalnya.


loading...


Ia pun berdoa agar janji tersebut akan segera direalisasikan.

Berikut videonya:





Sumber: TRIBUNMANADO

Jumat, 18 Januari 2019

Presiden Jokowi: Habib Rizieq Pulang Saja Sekarang, Tidak Usah Menunggu Prabowo Kalah


OPERAIND- Presiden Ir. H. Joko Widodo mempersilakan Rizieq pulang jika merasa tak ada kasus hukum "Itu soal law enforcement, penegakan hukum. Kalau memang Rizieq Syihab merasa tidak ada salah, tidak ada sesuatu yang dilanggar secara hukum, saya kira datang aja ke Indonesia," ujar Capres paslon no urut Presiden Ir. H. Joko Widodo.

Baca Juga: Tol Krupuk Demi pencitraan!! Sebulan Diresmikan Jokowi Tol Pemalang-Batang Sudah Retak Parah

"Saya sih mengharapkan ya datang saja kalau nggak ada masalah, nggak perlu menunggu siapa menang, siapa kalah," imbuh Presiden Ir. H. Joko Widodo.



loading...



Presiden Ir. H. Joko Widodo menyebut bahwa dirinya menjanjikan penegakan hukum yang adil terhadap setiap warga negara, termasuk kepada Rizieq. Saya berharap Rizieq segera balik ke Indonesia.

Baca Juga: Prabowo Akan Bongkar Kasus penculikan 98, Wiranto Memohon Agar Namanya Tidak Disebut

"Yang bisa dijanjikan dari  Joko Widodo-Ma'ruf Amin ya law enforcement, siapa pun yang benar tidak perlu takut, berani karena benar, takut karena salah. Jadi pulang aja, kapan? Besok? Ya pulang aja," tuturnya.

Jangan hanya permainan-permainan politik yang menyebabkan itu. Jadi kita jamin penegakan hukum. Kita melihat bahwa Habib Rizieq tidak ada salahnya kok.

Baca Juga: Harga Beras Naik 10%, Puan Maharani Sarankan Rakyat Miskin Makan Singkong

Ini dibuat-buat aja," ujar Presiden Ir. H. Joko Widodo, kalau bisa pulang sebelum pilpres jangan menunggu saya menang lagi.



loading...



Ada 17 poin yang tertuang dalam pakta integritas hasil Ijtimak Ulama II, salah satunya tentang kepulangan Habib Rizieq. Poin tentang Habib Rizieq itu tercantum di nomor 16.

Lihat juga: ''Video Vulgar'' Vanessa Angel Yang Sudah Sempat Beredar di Dunia Maya

Bunyinya sebagai berikut:

Siap menggunakan hak konstitusional dan atributif yang melekat pada jabatan Presiden untuk melakukan proses rehabilitasi, menjamin kepulangan, serta memulihkan hak-hak Habib Rizieq Shihab sebagai warga negara Indonesia, serta memberikan keadilan kepada para ulama, aktivis 411, 212 dan 313 yang pernah/sedang menjalani proses kriminalisasi melalui tuduhan tindakan makar yang pernah tersangkakan. Penegakan keadilan juga perlu dilakukan terhadap tokoh-tokoh yang mengalami penzaliman.. Selanjutnya

Usai Dibebaskan, Ustad Abu Bakar Baasyir Langsung Berpose Salam Dua Jari Sembari Berkata " Semoga Amanah "


OPERAIND- Presiden Joko Widodo atau Jokowi bebaskan Abu Bakar Baasyir karena menghormati terpidana terorisme itu sebagai ulama. Selain itu, Abu Bakar Baasyir pun dinilai sudah tua.

Jokowi bebaskan Abu Bakar Baasyir juga karena masalah kemanusiaan. Abu Bakar Baasyir selama di penjara dalam keadaan sakit-sakitan.


loading...



Hal itu dikatakan Penasihat hukum TKN Jokowi - Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jumat (18/1/2019).

"Pertimbangan kita adalah semata-mata kemanusiaan, kehormatan beliau juga sebagai ulama, usia sudah lanjut, beliau juga sakit atas dasar itu pembebasan ini. Kemungkinan seminggu ini akan bebas," kata Yusril.

Simak juga: Wiranto Sebut Jika Bukan Karena Jokowi, Ustad Abu Bakar Baasyir Sudah Diexsekusi Mati!!

Jokowi bebaskan Abu Bakar Baasyir, terpidana terorisme. Padahal Abu Bakar Baasyir masih harus menjalankan hukuman penjara selama 6 tahun.

Abu Bakar Ba'asyir sudah 9 tahun mendekam di penjara. Terkini, Abu Bakar Baasyir mendekam di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Jokowi memberikan pembebasan bersyarat terhadap pimpinan jamaah Anshoru Tauhid (JAT) itu.



loading...



"Bentuknya ini pembebasan. Ba'asyir sudah menjalami masa tanahan kurang lebih 9 tahun dari 15 tahun pidana yang dijatuhkan,” kata Yuril.

Lihat juga: ''Video Mesum'' Vanessa Angel Yang Sudah Sempat Beredar di Dunia Maya

Meskipun demikian namun dukungan terhadap Prabowo tidak akan luntur.

Saya tetap mendukung Prabowo, karna hanya Prabowo yang bisa ngertiin rakyat kata Abu Bakar Baasyir..Selanjutnya