Kamis, 14 Maret 2019
KPK Tangkap Tangan Ketua PPP Romahurmuziy, Begini Kronologisnya..
Jakarta - KPK menangkap Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy. Saat ini Rommy sedang berada di Mapolda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan awal.
Seorang penyidik membenarkan penangkapan tersebut. Dia menyebut Rommy ditangkap pada pukul 09.00 WIB hari ini. Polisi juga memberikan pembenaran.
"Benar," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Barung Mangera saat dikonfirmasi.
Pemeriksaan Romi dan pihak-pihak lainnya dilakukan di Mapolda Jatim.
Rommy ditangkap di Surabaya, Jawa Timur. Lokasi penangkapan disebut berada di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Surabaya.
Dalam sebuah OTT, tim KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang ditangkap.
Redaksi detikcom telah berupaya meminta konfirmasi ke KPK mengenai OTT ini, namun belum ada yang merespons.
Viral Video Prabowo Salaman dengan Warga Pakai Sarung Tangan, Nusron Wahid: Gemblung!
OPERAIN- Sebuah video yang menggambarkan peristiwa Calon Presiden RI nomor urut 02, Prabowo Subianto yang menyalami masyarakat menggunakan sarung tangan, viral di media sosial. Vodeo ini di unggah oleh akun twitter @P3nj3l4j4h pada Kamis 14 Maret 2019.
Dalam video tersebut terlihat Prabowo tengah berada di atas mobil Alphard berwarna putih dengan bagian sunroofnya yang terbuka. Kemudian di sekeliling Prabowo, masyarakat berkumpul.
loading...
Saat akan menyalami masyarakat, Prabowo mengenakan sarung tangan berwarna cokelat muda. Setelah mengenakan sarung tangan tersebut, Prabowo menyalami masyarakat yang ada di lokasi.
Video tersebut diunggah di Twitter dengan caption 'Menemui pendukung salaman Knp harus pakai sarang tangan Pak. kemarin Pak Jokowi juga harus berdarah kena cakar Tp tetap melanjutkan salaman dg Rakyat'.
Peristiwa ini langsung ditanggapi oleh Politikus Golkar Nusron Wahid menilai bahwa Prabowo merasa jijik dengan tangan rakyat, dia kan mau jadi presiden kenapa harus jijik, seakan merasa risih, itulah ciri ciri orang gemblung ujar Nusron Wahid kepada wartawan, Jumat (16/3/2019) saat di temui di kediamannya.
"Dalam ilmu hidup ataupun agama kita dilarang untuk saling membeda bedakan sesama umat, itu berarti Prabowo udah melanggar apa yang di ajarkan oleh agama dong?
Tapi jika Prabowo tidak merasa salah maupun dirinya merasa benar berarti dia memang sudah mulai gak waras, calon pemimpin seperti itu tidak usah dipilih.
loading...
Pokoknya beda banget sama pak Jokowi, bagaikan langit dan bumi ujar Nusron Wahid.
Pak Jokowi malah sangat menikmati saat turun ke rakyatnya dan selalu sempatkan bersalaman langsung sebagai tanda sangat mencintai rakyatnya," kata Nusron Wahid
OTT Romahurmuziy, Ma'ruf Amin: Jangan dikaitkan dengan Pilpres, Romahurmuziy Bukan Tim Kami
OPERAIND- Presiden Joko Widodo diyakini tak akan tebang pilih dalam kasus korupsi yang menjerat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri sudah menetapkan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy (Romi) sebagai tersangka. Anggota Komisi XI DPR RI tersebut diduga terlibat kasus jual-beli jabatan di Kementeriaan Agama (Kemenag).
loading...
Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin saat dihubungi meminta semua pihak untuk tidak mengaitkan kasus Romi dengan Jokowi. Menurutnya, Jokowi pasti tak akan tebang pilih dalam kasus hukum.
Ma'ruf mengaku mendengar kabar Romi ditangkap KPK saat tengah berdiskusi dengan Ketua TKN Erick Thohir. Ma'ruf meminta kejadian ini tak dikaitkan dengan Pilpres.
"Saya kira masalah pribadi tidak ada kaitannya dengan Pilpres, jangan sampai ini dikait-kaitkan Romahurmuziy bukan team kami," ucap Ma'ruf di kediamannya, Jakarta.
Dia menegaskan, yang dilakukan oleh pria yang akrab disapa Romi itu adalah urusan pribadi. Sehingga, tidak ada hubungannya dengan kontestasi Pilpres saat ini.
Senada, Politikus Partai NasDem Wanda Hamidah juga setuju bahwa Presiden Joko Widodo tidak mungkin tebang pilih dalam melakukan penegakan hukum. Sehingga, dia menilai, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak akan melakukan intervensi dalam kasus yang melibatkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.
loading...
“Ini menunjukkan Pak Jokowi serius melakukan pemberantasan korupsi. Kalau enggak, pasti kasus yang melibatkan kader partai koalisi tidak akan ditindaklanjuti penegak hukum,” katanya.
Caleg DPR RI Dapil Jakarta Timur ini meminta, kasus yang menjerat Romahurmuziy ini tidak disangkutpautkan dengan Pilpres. Sebab selama ini, Jokowi selalu menunjukkan sikap tegas dalam melakukan pemberantasan korupsi.
“TKN tetap solid. Kami yakin kasus ini tidak akan menyurutkan elektabilitas Pak Jokowi. Sebab Jokowi dengan tegas mengatakan melawan segala macam bentuk korupsi,” tutupnya.
Menag: Revisi Terjemahan Al Quran Siap Dicetak, Surah Al Kafirun Sudah Kami Ganti Dengan Kata Non Muslim
OPERAIND- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap revisi terjemahan Al Quran tuntas selambat-lambatnya tahun 2019 agar bisa dicetak dan dipakai masyarakat.
Baca Juga: Agum Gumelar: Jika Prabowo Masih Manusia Seharusnya Kuburan Para Korban Culik 98 Kasih Tau ke Publik!!
“Harapan saya, pada tahun 2019, revisi terjemah Al Quran sudah selesai, hingga Al Quran ini bisa dicetak dan dipakai masyarakat,” kata Lukman kepada Tim Revisi Terjemahan Al Quran yakni Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran, Badan Litbang Kementerian Agama di kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta
loading...
Menurutnya, terjemahan Al Quran agar sesuai dengan bahasa dan situasi terkini. “Ini bukan pekerjaan mudah, butuh ketekunan dalam melihat dan mencermati kata perkata, ayat per ayat bahkan hubungan antara satu ayat dengan ayat lain, baik dalam satu surat maupun dengan surat lainnya,” ujarnya.
Lukman menambahkan, banyak ayat dalam Al Quran yang mempunyai makna dinamis dan mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi. “Saat ini, setiap tahunnya, rata-rata 4,5 juta Al Quran terjemahan Kemenag dicetak.
Baca Juga: Menhan: Jika masih ada Ulama Atau Ustadz Bilang Kafir Saat Ceramah, Silahkan Laporkan
Al Quran mulai diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sejak KH Saifuddin Zuhri menjadi Menteri Agama, tepatnya pada tahun 1965 dan hingga kini, terus mengalami revisi untuk menyesuaikan dengan perkembangan bahasa, materi dan lain sebagainya,” imbuhnya.
loading...
Sementara KH Malik Madany yang mewakili Tim Revisi menyatakan akan berupaya menghadirkan terjemahan Al Quran yang efektif dan efisien.
Al Quran terjemahan dari Indonesia dipergunakan pula di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei dan lain sebagainya. “Dari Juz 1 hingga 2, ada 27 kata atau arti yang hendak dibakukan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia,” kata Malik Madany.
Simak Juga: Heboh Pengakuan Puyono Yang Menyebutkan Romi OTT KPK Saat Cari Dana untuk Jokowi
Hadir dalam pertemuan tersebut, Kabalitbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud, Anggota Tim Revisi antara lain KH A Malik Madany, Rosihan Anwar, Ahsin S, Muchlis Hanafi, Avdul Ghofur Maimun, Umi Husnul Khotimah, Zarkasi, Deny Hudaeny, Abdul Aziz Sidqi, Arum Ridiningsih, Imam Arif, Joni Syatri, Musaddad, serta Staf Khusus Menag Hadi Rahman dan Aly Zawawi.
Mengganti Surah Al Kafirun
Indonesia sebagai negara yang heterogen harus mengedepan sikap saling menghormati. Penyebutan kepada orang lain yang berbeda agama harus diperhatikan, agar jangan menggunakan kata yang bisa membuat orang lain tersinggung.
Menteri Agama (Menteri Agama) Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang merekomendasikan kepada umat Islam untuk menghindari menyebut orang orang non-muslim dengan kata kafir.
Baca Juga: Suara Keras-Keras, toa Berjejeran, Menko Puan Maharani Sebut Masjid Hanya Tempat Penyebaran Hoaks
"Saya ingin garis bawahi ajakan itu rekomendasi dalam konteks kehidupan kita sebagai sebuah bangsa yang heterogen. Sehingga sebutan-sebutan kepada yang beda keimanan, keyakinan, agama itu tidak menggunakan sebutan yang berpotensi bisa diduga sesuatu sebutan yang tidak dikehendaki oleh yang disebut itu," ujar Lukman di Jakarta, Senin (11/3/2019).
Dia menuturkan, penyebutan kafir kepada non-muslim tergolong menyakiti. Keberagamaan merupakan suatu keniscayaan sehingga menghindari penyebutan istilah kafir untuk saling menghargai satu sama lain dan sangat penting bagi kerukunan antarumat beragama.
Simak juga: Pengembangan Dari OTT Romi, Ruang Kerja Menteri Agama Ikut Disegel KPK
Menurutnya, setiap warga negara mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menjaga agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam keseharian. Ajakan PBNU itu untuk menghilangkan istilah kafir dal .. Selanjutnya . . .
Agum Gumelar: Jika Prabowo Masih "Manusia" Seharusnya Kuburan Para Korban Culik 98 Kasih Tau ke Publik!!
Jakarta, OPERAIND,- Ketua Dewan Penasihat Ikatan Keluarga Orang Hilang (Ikohi) Mugiyanto mendesak anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar hingga Kivlan Zen mengungkapkan kepada keluarga terkait keberadaan para aktivis yang menjadi korban penculikan dan penghilangan paksa pada 1997-1998 silam.
Hal disampaikan Mugiyanto untuk merespons pernyataan Agum yang mengklaim telah mengetahui nasib para aktivis 1998 yang disebut dihilangkan secara paksa oleh Tim Mawar Kopassus.
loading...
"Jadi kami ingin di sini Pak Agum Gumelar yang mengetahui, lalu ada Kivlan Zen, Wiranto, SBY juga, menurut kita harus menjelaskan itu ke keluarga korban," kata Mugiyanto di Hotel Grand Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu (13/3).
Tak hanya Agum, Mugiyanto menyatakan Kivlan Zen pernah mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui di mana para aktivis pro demokrasi yang masih hilang hingga kini. Kivlan mengatakan hal tersebut saat perhelatan kampanye Pilpres 2014 silam.
Lebih lanjut, Mugiyanto meminta agar para elite militer yang pernah bersinggungan atau terlibat langsung dalam peristiwa kasus penculikan 1998 untuk bertanggung jawab terhadap keluarga korban.
Lihat juga: Pelanggaran HAM 98, Peluru Usang Para Jenderal Pensiunan
Minimal, kata dia, para tokoh-tokoh militer tersebut dapat buka suara dan memberikan informasi yang detail seputar keberadaan para aktivis yang nasibnya belum diketahui sampai saat ini.
loading...
"Mereka-mereka yang menjabat ketika peristiwa yang terjadi itu juga turut bertanggung jawab, dengan menjawab tuntutan harapan keluarga korban, harapan keluarga korban sama, sama-sama ingin tahu [keberadaan para aktivis]," kata dia.
Lihat juga: Keluarga Korban Penculikan Aktivis 98 Tolak Pilih Prabowo
Mugiyanto turut menyayangkan sikap Komnas HAM yang mengimbau Agum untuk melaporkan kepada Kejaksaan Agung soal penculikan aktivis.
Ia menyatakan seharusnya Komnas HAM mau memanggil Agum untuk menyelidiki adanya bukti tambahan baru terkait penculikan aktivis.
"Kami ingin Komnas HAM yang memanggil. Bahwa ini bukti baru," kata dia..Selanjutnya
Suara Keras-Keras, toa Berjejeran, Menko Puan Maharani Sebut Masjid Hanya Tempat Penyebaran Hoaks
![]() |
| Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani |
OPERAIND,- Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menghadiri acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Gerakan Nasional Sejuta Masjid Ramah Anak (Semarak).
Dalam kesempatan itu, ia menyatakan ingin masjid tidak dijadikan tempat untuk penyebaran hoaks atau tempat mencaci maki.
loading...
“Masjid itu memang bermanfaat agar tidak dipergunakan untuk hal-hal negatif seperti menyebarkan hoaks, kemudian menghujat, atau kemudian menggunakan area masjid itu untuk saling mencaci maki. Tapi, masjid semata-mata harus digunakan untuk beribadah, beraktualisasi dalam ilmu pendidikan Islam,” kata Puan saat ditemui awak media seusai menghadiri acara Silatnas Semarak di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (12/3).
Berkaitan dengan Semarak, ia ingin masjid bisa menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar sejak dini. Para orang tua harus membuat anak mau meluangkan waktunya untuk ke masjid, lalu belajar secara langsung dalam menjalani tata cara beribadah yang baik dan benar.
Ia memberikan contoh dalam kehidupan keluarganya. Sewaktu Puan masih kecil, sang ibu, Megawati Soekarnoputri, beserta almarhum ayahnya, Taufik Kiemas, mengajarkan dia dan saudaranya untuk shalat berjamaah ketika shalat Id. Meski mereka berontak atau menangis, mereka tetap dibawa untuk shalat berjamaah sebagai bentuk pembelajaran.
Bagi dia, ini bukan hanya sekadar seremonial atau keinginan sementara saja, melainkan untuk diimplementasikan di lapangan. “Salah satu jalannya adalah nanti kita harus mencari siapa yang menjadi pengurus atau pengelola masjidnya, yang bisa bertanggung jawab dalam pelaksanaan program ini,” kata Puan.
loading...
Semarak ditargetkan akan bisa rampung pada 2030 mendatang, tetapi pembangunannya akan tetap dijalankan mulai tahun ini. Puan sangat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini, karena itu ia meminta untuk ada sinergi dan gotong royong dengan kementerian lainnya agar bisa mengimplementasikan ini.
“Khususnya Kemenag, Kemenkes, dan Kementerian PPPA, ya, agar bagaimana masjid itu bisa kita kembalikan manfaatnya, dan anak-anak itu kemudian bisa hadir, datang, belajar, dan kemudian mendapatkan ilmu yang bermanfaat melalui masjid,” papar Puan.
Pada tahun ini, rencananya akan ada pembangunan masjid ramah anak di 10 provinsi Indonesia, yang akan dijadikan contoh bagi masjid lainnya. Kemudian, untuk masjid-masjid yang sudah ada, juga akan dilakukan perombakan sesuai dengan konsep masjid ramah anak..Selanjutnya
Rujukan:
nusanews.id : https://www.nusanews.id/2019/03/menko-puan-ingin-masjid-tidak-jadi.html
Kubu Prabowo Hanya Sibuk Produksi Hoaks, Akhirnya Ribuan Mubalig Nusantara Beralih Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin
BOGOR, OPERAIND,- Ribuan mubaligh yang tergabung dalam organisasi Ikhwanul Mubalighin (IM), mengikrarkan dukungan ke pasangan capres-cawapres 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin. Mereka juga bersedia untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.
Ikrar dukungan itu disampaikan dalam deklarasi Gerakan IM untuk Memenangkan Jokowi-Kyai Ma’ruf Amin (IM-Jamin), di Wisma Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/3/2019) petang. Beberapa jam sebelumnya, Ikatan Da'i Nusantara (IDN) juga menggelar konsolidasi dan deklarasi dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf.
loading...
Ketua Umum Ikhwanul Muballighin, KH Mujib Khudori, LC mengatakan, organisasinya bertekad memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf. Pihaknya sudah jengah dengan maraknya penggunaan mimbar khutbah di masjid-masjid untuk penyebaran hasutan dan hoaks oleh oknum-oknum khatib maupun dai yang termakan agitasi anti-Jokowi.
“Tak hanya Jokowi, belakangan para ulama yang dianggap berbeda haluan seperti Kyai Ma’ruf, Profesor Quraish Shihab, hingga Tuan Guru Bajang dan Ustadz Yusuf Mansur pun mereka fitnah dengan berbagai isu. Ini tidak sehat dan justru merusak sendi agama. Apalagi kemudian fitnah dan hoax itu kadang disampaikan oknum di mimbar, termasuk dalam khutbah Jumat,” kata Kyai Mujib.
Kehadiran Kyai Ma’ruf dalam kancah politik nasional, menurutnya, merupakan berkah dan angin segar untuk para da'i dan ummat Islam. Kyai Ma’ruf dinilai bisa meredam dan menghentikan konflik berbau SARA yang selama ini digulirkan oleh sekelompok pihak.
“Beliau adalah figur pengayom, bisa meredam dan memberi solusi atas sejumlah konflik. Beliau juga berkali-kali mengingatkan pentingnya menjadi muslim yang santun yang menjadi rahmatan lil 'alamin. Bukan muslim yang ahli melaknat dan mencaci-maki,” tandasnya.
loading...
Kyai Mujib menegaskan, pihaknya bersama ribuan pengurus dan anggota IM akan berjuang memenangkan Kyai Ma'ruf dengan tanpa menjadikan masjid dan mimbar khutbah sebagai komoditas politik. Menurutnya masjid harus menjadi pemersatu ummat.
Terpisah, Ketua IDN, KH Thobroni Abdul Ghoni mengatakan, pihaknya mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf lantaran kesamaan visi untuk mewujudkan Indonesia yang harmonis. Mewujudkan kehidupan beragama yang ramah, toleran dan humanis.
“Kami bertekad untuk bersinergi, menghadirkan narasi keagamaan yang inklusif. Mengajak ummat untuk mewujudkan kehidupan islami yang inklusif dalam bingkai ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa),” tuturnya.
IM maupun IDN juga berjanji untuk bergerak meng-counter narasi yang santun, ramah dan humanis terhadap maraknya ujaran kebencian, hoaks dan fitnah serta politisasi SARA yang berkembang di masyarakat..Selanjutnya
Langganan:
Postingan (Atom)






