Kamis, 14 Februari 2019

Soal Prabowo Ditolak Shalat Jum’at, Cucu Pendiri NU: Islam Cap Apa Kalian? Orang Mau Shalat Jum’at Ditolak


OPERAIND-Juru Bicara Badan Pemenangan Nasioan (BPN) Prabowo-Sandi, KH Irfan Yusuf atau yang karib disapa Gus Irfan menilai sangat berlebihan apabila Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ditolak atau dilarang menunaikan ibadah Solat Jumat di Masjid Agung Semarang. Ia sangat prihatin adanya penolakan kepada orang yang mau beribadah.

“Ya kalau orang mau sholat kok engga boleh? Sampean kalau mau solat di masjid Tebuireng itu bagaimana,” katanya saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis, (14/2).



loading...



Menurut cucu dari pendiri Nahdatlul Ulama, KH Hakim Asyari itu, dukungan politik boleh-boleh saja diberikan kepada siapapun. Asalkan jangan dilakukan secara berlebihan termasuk melarang atau menolak orang mau beribadah.

“Berlebihan apabila Prabowo ditolak solat Jumat. Dukung ya dukung, tapi ya jangan berlebihan,” katanya.

Pengasuh Pondok pesantren Al Faroos Tebuireng, Jombang, Jawa Timur tersebut mengatakan, selama ini ada pertanyaan apakah Prabowo ibadah solat Jumat atau tidak. Namun anehnya ketika hendak Solat Jumat, Prabowo justru ditolak.

“Katanya banyak yang tanya Prabowo solat Jumat di mana? Nah ini mau Solat Jumat kok engga boleh,” katanya.

Prabowo menurutnya, ibadah solat jumat bukan untuk kampanye atapun pencitraan. Selama ini Prabowo paling tidak suka apabila sedang beribadah ada foto atau kamera yang mengabadikannya.

“Yakinlah nanti solat jumat engga pakai kamera kok. Karena pak Prabowo tidak pernah kalau solat difoto atau disyuting. Jadi saya sangat prihatin sampai takmir masjid melarang orang Jumatan. Ini hal yang luar biasa buat kita,” katanya.



loading...



Masyarakat menurut Gus Irfan tidak perlu khawatir dengan penolakan atau pelarangan takmir Masjid Kauman Semarang itu. Masyarakat memiliki hak untuk beribadah di manapun.

“Datang saja, masa Jumatan engga boleh. Terus begini tipikal umat Islam itu, seperti adonan roti, kalau dikerasi malah seperti adonan roti. Ditekan engga mungkin habis, malah dari sela sela jari, engga usah khawatir Jumatan saja,” pungkasnya.

Sebelumnya dilansir dari Tribun Jateng, Ketua Masjid Agung Semarang atau biasa disebut Masjid Kauman, KH Hanief Ismail, menyatakan keberatan adanya rencana Capres 02 Prabowo Subianto jumatan di Masjid Kauman Semarang, Jumat (15/2/2019).

Secara khusus KH Hanief mengontak mantan Komisioner Panwaslu Semarang Mohamad Ichwan menulis keberatannya itu.

Dia juga meminta agar diberitahukan kepada Bawaslu Kota Semarang untuk mengambil tindakan yang diperlukan.

Menurut Kiai Hanief, jumatan yang akan diadakan oleh Prabowo itu perbuatan memolitisasi ibadah shalat jumat sekaligus memakai masjid untuk kepentingan politik.

“Kami para nadlir atau takmir Masjid Kauman merasa keberatan dengan rencana jumatan Prabowo tersebut. Tolong sampaikan ke Bawaslu agar mengambil tindakan yang perlu sesuai aturan hukum,” tutur Kiai Hanief yang juga Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang dalam keterangan pers kepada Tribunjateng.com, Kamis (14/2/2019).

Lebih lanjut Kiai Hanief menjelaskan, pihaknya tidak pernah mendapat surat pemberitahuan dari tim kampanye Prabowo-Sandi maupun dari partai pengusung pasangan capres-cawapres tersebut.

Selasa, 12 Februari 2019

Prabowo Bidik Jateng, Megawati: Pulau Jawa Lumbung Banteng, "Penculik" Jangan Coba-Coba Mendekat!!

Megawati Soekarno Putri, (Foto:yul/dis)

OPERAIND- Tiga tokoh PDI Perjuangan bertekad akan menjaga Jawa Tengah tetap sebagai kandang banteng. Meskipun diakui bahwa saat ini Jawa Barat dan Banten telah dikuasai kubu lawan, namun diyakini lawan akan kesulitan menggempur Jateng.

"Adakah di antara kita yang rela rumah PDI Perjuangan diambil orang? Adakah yang ikhlas rumahnya diambil orang? Apakah kalian siap mempertahankan? Mulai detik ini PR besar kita, PDI Perjuangan harus menang mutlak di Jawa Tengah," ujar Ganjar Pranowo dalam pidato di acara Jambore Kader Komunitas Juang PDI Perjuangan Jateng di GOR Satria Purwokerto, Banyumas Minggu (10/2/2019).


loading...


Sementara itu, Puan Maharani menambahkan Komunitas Juang sebagai ujung tombak baru bagi PDI Perjuangan, sejak dibentuk 5 tahun silam hingga saat ini sudah terdapat VII angkatan atau sebanyak 4.378 anggota. Mereka harus siap tempur memenangkan wilayahnya masing-masing.

"Jawa Tengah lumbung banteng. Tempat kemenangan kita di 2019. Jawa Tengah akan menjadi suara terbanyak PDI perjuangan," jelasnya.

Secara khusus Komunitas Juang akan ditugaskan di 35 Kabupaten di Jawa Tengah. Mereka akan menjadi ujung tombak pemenangan sekaligus menentukan masa depan PDI Perjuangan. "2019 sampai 2024 adalah zamannya PDI perjuangan," kata dia.

Ketua Umum PDIP Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, juga mendukung semangat itu. Dia sepakat bahwa PDI Perjuangan harus menjaga kandang banteng di Jawa Tengah. Dia bahkan menyebut 2 daerah yang telah dikuasai kubu lawan.


loading...


"Ini kenapa tadi Pak Ganjar bilang untuk mempertahankan Jawa Tengah, jadi adik-adik harus tahu, Jawa Barat sudah dikuasai, Banten juga dikuasai. Jadi yang mesti digempur (selanjutnya) itu adalah Jawa Tengah. Jawa Tengah itu memang paling sulit karena dia kandangnya banteng," ujar Mega..Selanjutnya

Harga Jagung Anjlok, Jokowi: Anjloknya Harga Jagung Karna Faktor Alam, Saya Sarankan Tanam Singkong


OPERAIND- Harga jagung berangsur-angsur mulai turun karena masuknya panen. Saat ini harga jagung untuk pakan ternak dijual di kisaran Rp 5.200 per kilogram (kg) atau turun dari sebelumnya RP 6.300 per kg.

Menurut Sekretaris Jenderal Pinsar, Leopold Halim harga jagung telah turun sejak tiga hari yang lalu. Sebab, di beberapa daerah telah mulai memasok jagung yang panen.



loading...



"Sudah mulai turun harganya kira-kira 2-3 hari. Bervariasi, di Jawa Tengah sudah ada Rp 5.200 - Rp 5.500 per kg. Kalau Lampung dan Jakarta itu Rp 5.600 kalau harga aku masih bervariasi, kalau di Lampung ke Jakarta Rp 5.600 padahal sebelumnya kisaran Rp 6.200 sampai Rp 6.300 per kg," jelas dia kepada detikFinance, Kamis (14/2/2019).

Lebih lanjut, ia memperkirakan harga jagung bisa terus mengalami penurunan jelang panen raya. Bahkan, penurunan harga diproyeksi mencapai Rp 5.000 per kg.

"Kalau minggu depan, makin banyak (panen) harganya Rp 5.000 dapat mungkin. Ini prediksi, semoga ya harapannya gitu" sambung dia.

Sementara itu, saat ini untuk mengantisipasi harga jagung yang tinggi pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mengatur harga pembelian telur dan daging ayam sampai dengan Maret, yakni untuk batas bawah sebesar Rp 20.000 per kg dan batas atas Rp 22.000 per kg.


loading...



Jokowi mengatakan, menurunnya harga Jagung karena faktor alam. sehingga Jagung sangat sulit menjangkau harga tinggi disebabkan banyaknya Jagung yang mencapai 13 juta hektare dan Produksinya itu 42 juta ton. "Kalau ke truk dimasuk sudah 10 juta truk Jagung, jadi permintaan kurang dan ini juga karena adanya problem alam," jelas Jokowi minggu (16/12).

Kotak Suara Rusak Parah!! Ketua KPU: Tidak Masalah, Cina Selalu Siap Membantu Kita


OPERAIND- Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Arief Budiman akan mengganti seluruh temuan kotak suara yang rusak di Cirebon, Jawa Barat. Kotak suara yang ditemukan di Cirebon diketahui penyok dan lembab.

"Ya enggak apa-apa, kalau ada yang rusak karena bencana alam ya kita ganti. Ada banjir, kebakaran, gempa bumi, ya diganti pakai uang negara," lagian Cina juga siap minjami dana kok ujar Arief saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).



loading...



Arief menyebut pihaknya sudah bekerja sesuai dengan prosedur. Dimulai dari tempat penyimpanan kotak suara. Namun KPU tidak bisa menjamin kotak surat suara tidak akan rusak jika ada bencana alam datang.

"SOP sudah kita buat, mulai dari produksi, distribusinya sampai pada penyimpanannya, tetapi kalau ada bencana alam banjir gempa bumi, memang kamu bisa menghindar? Kan tidak," terangnya.

Sebelumnya, kotak suara Pemilu 2019 di Banten dan Jawa Barat rusak. Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu menemukan kerusakan logistik pemilu di sejumlah daerah saat melakukan sidak ke beberapa gudang penyimpanan.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menerima laporan kerusakan logistik di daerah Jawa Barat dan Banten.

“Untuk kotak suara di Jawa Barat. Kemarin Banten pokoknya logistik lah sama yang lain (rusak),” kata Afifuddin di Kantor Bawaslu, (3/2/2019).



loading...



Afifuddin menerangkan, kotak suara Pemilu 2019 rusak karena lembap sehingga mudah penyok begitu juga dengan segelnya. Namun demikian Bawaslu belum menerima jumlah total kerusakan logistik pemilu tersebut.

Senin, 11 Februari 2019

Sering Dihina Tua Bangka, Ma'ruf Amin: Saya Sudah Gak Sabar Melihat Pendukung Prabowo Bertekuk Lutut Minta Ampun Pada Tanggal 17 April Nanti


OPERAIND- Cawapres Ma'ruf Amin mengaku sempat mendapat cibiran saat memutuskan maju ke kontestasi Pilpres 2019. Ma'ruf mengaku tetap menerima tawaran cawapres karena ingin mewariskan hal yang baik kepada generasi muda yang akan datang.

"Banyak yang bilang Ma'ruf Amin sudah tua, siapa bilang masih muda, semua orang juga tau. Tapi Pak Jokowi nyaman memilih yang sudah tua," kata Ma'ruf Amin saat memberi sambutan di acara peluncuran Rumah Kerja Bhineka Nusantara, Jalan HOS Cokroaminoto No 57, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2018).


loading...


Ma'aruf lalu membandingkan dirinya dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Saat bertemu dan berada dekat dengan Mahathir, Ma'ruf mengaku semangat mudanya timbul untuk kembali membangun bangsa.

"Saudara-saudara sekalian kenapa mau (jadi cawapres), karena saya ingin berbuat banyak, ada yang hina saya suda tua saja kok jadi (calon) wakil presiden," ujarnya.

Ma'ruf menjelaskan, jika nantinya terpilih sebagai Wakil Presiden RI, maka dirinya sebagai orang tua akan memberi bekal ke generasi muda setelahnya. Ia mengibaratkan dirinya sebagai orang tua yang menanam pohon, yang buanya akan dinikmati kemudian hari oleh generasi mendatang.

"Saya dulu memakan buah-buah yang ditanam oleh bapak bapak saya, kakek-kakek saya, sebelum saya tidak menikmatinya. Sekarang saya akan menanam walau sudah tua untuk generasi setelah saya. Jangan biarkan walaupun sudah tua lewat begitu saja," tuturnya.


loading...


Jangan pernah hina saya tua bangka, nanti bakal kualat, Allah tidak tidur. tanggal 17 April nanti kalian bakal bertekuk lutut minta ampun pada saya, lihat saja nanti ujar Ma'ruf Amin.

"Apa yang ingin saya lakukan, yaitu membantu beliau agar Indonesia bebas dari korupsi, agar Indonesia bebas dari kelaparan, agar Indonesoa bebas dari kesenjangan-kesenjangan, disparitas-dipsaritas, disparitas antara yang lemah dan yang kuat, disparitas antar daerah, disparitas antara produk lokal dan produk global," imbuhnya..Selanjutnya

Sabtu, 09 Februari 2019

Jokowi Sindir Prabowo, Saya Ini Ibarat Kesatria Tanpa Kuda


OPERAIND- Bernafsu besar pengen jadi presiden, tapi bermental pesimis, itulah Prabowo.

Beberapa waktu yang lalu, Prabowo menyebut Indonesia akan punah jika dirinya tidak terpilih jadi presiden.

Sebab, para elite saat ini menurutnya telah gagal dalam menjalankan amanah rakyat.


loading...


Prabowo mengatakan, selama puluhan tahun, para elite telah membawa Indonesia ke arah yang keliru, sehingga, tidak heran jika Indonesia tumbuh sebagai negara yang lemah.

Pernyataan itu dilontarkan oleh Prabowo saat berpidato pada acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, (17/12/2018).

"Elite Indonesia selalu mengecewakan, selalu gagal menjalankan amanah dari rakyat Indonesia. Sudah terlalu lama elite yang berkuasa puluhan tahun, sudah terlalu lama mereka memberi arah keliru, sistem yang salah," ujar Prabowo.

"Dan saya katakan, bahwa sistem ini kalau diteruskan akan mengakibatkan Indonesia lemah. Indonesia semakin miskin dan semakin tidak berdaya bahkan bisa punah," sambungnya.

Prabowo pun meminta seluruh kader Gerindra untuk berjuang memenangkan Pileg dan Pilpres 2019.


loading...


Di sisi lain, kata Prabowo, rakyat sangat menginginkan perubahan dan pemerintahan yang bersih dari korupsi.

"Karena itu kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah," ucap Prabowo.

Termasuk juga, rakyat tidak menginginkan Parpol mengusung para koruptor sebagai caleg pada Pemilu 2019 ini.

Tapi lucunya, Gerindra tercatat sebagai partai pengusung caleg eks koruptor terbanyak se-Indonesia.

Salah satunya, yakni Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta saat ini, M. Taufik.

Taufik terjerat kasus pidana korupsi logistik Pemilu dan dibui selama 18 bulan penjara, pada tahun 2004 silam,

Jokowi sindir Prabowo

Lucunya narasi kecemasan yang dibangun oleh Prabowo itu mendapat sindiran menohok dari presiden Jokowi.

Satire ala Jokowi tersebut disampaikannya saat menghadiri silaturahmi Paguyuban Pengusaha Muda Jawa Tengah di MG Setos Hotel, Semarang, (2/2).

"Pertama tama pada saat saya masuk di pintu saya merasakan betapa aura semangatnya luar biasa. Itu sebenarnya yang kita butuhkan sekarang ini," kata Jokowi di hadapan para pengusaha muda, di MG Setos Hotel.

Jokowi mengingatkan, bahwa Indonesia adalah negara yang besar. Memiliki 260 juta penduduk, yang terdiri dari 149 juta di pulau Jawa, dan 17.000 di luar pulau Jawa.

Oleh karena itu, mengelola Indonesia tidaklah semudah kata-kata Prabowo. Jokowi mengatakan, tidak seperti negara daratan yang negaranya dapat dikelola dengan mudah.

Jokowi meminta tidak ada lagi pihak, termasuk Prabowo, mengatakan Indonesia miskin. Sebab, Indonesia sudah masuk kelompok G20 dan memiliki PDB lebih dari USD 1 Triliun.

"Ini harus kita ngerti supaya kita ini jangan pesimis, jangan sampai kita ini pesimis. Kita ini gerak, gerakan groot, gerakan pertumbuhan kelihatan sekali," ujar Jokowi.

Jokowi pun menyindir pernyataan Prabowo yang mengatakan Indonesia akan punah.

Capres nomor urut 01 tersebut meminta agar Prabowo dan timsesnya jangan menggiring masyarakat ke arah pesimis.

"Bagaimana kita ini membangun sebuah negara besar seperti ini kalau mengiringi dan mengajak masyarakat dengan pesimisme-pesimisme seperti itu," ujar Jokowi penuh semangat.

Jokowi mengatakan sesulit apapun tantangan yang dihadapi, harus tetap optimis.

Pemerintah akan terus berusaha membangun Indonesia yang lebih baik.

"Masak ada yang bilang Indonesia bubar, Indonesia punah, ya bubar sendiri saja, punah sendiri saja, tapi jangan ngajak-ngajak kita Indonesia," ungkapnya.

Prabowo yang berpotensi membawa Indonesia bubar benaran

Jika dilihat dari rekam jejak kedua capres tersebut (Jokowi dan Prabowo). Justru Prabowo yang berpotensi membuat Indonesia bubar?

Kok bisa?

Pertama, ormas radikal, intoleran dan anti Pancasila, saat ini berada di belakang Prabowo.

Dan akan semakin merajalela.

Sebagaimana kita ketahui, ada satu eks ormas yang mengharamkan Pancasila dan ingin membubarkan NKRI, yakni Hizbut Tahrir Indonesia.

Jubir HTI, Ismail Yusanto menegaskan bahwa HTI memiliki semangat yang sama dengan gerakan #2019GantiPresiden yang diusung oleh Mardani Ali Sera.

HTI dan Mardani sama-sama tidak menghendaki kepemimpinan Jokowi berlanjut sampai dua periode.

Artinya, siapa lagi yang didukung oleh HTI, kalau bukan Prabowo?

Kemudian, bisnis keluarga Cendana akan menggurita lagi di negeri ini.

Sang diktator terkorup sedunia abad ke-20, Soeharto, boleh saja wafat. Tapi anak-anaknya dan keluarga besarnya, adalah pendukung Prabowo.

Mau, Indonesia jadi seperti Orba kembali?

Pemimpinnya dan keluarganya bergelimangan harta, sementara rakyatnya sengsara.

Dan, kalau protes siap-siap diculik?

Ujung-ujungnya Indonesia jadi apa? Dikuasali oleh kaum radikalis dan koruptor.

Kalau begitu, sebelum Indonesia bubar benaran ditangan Prabowo, sebaiknya Prabowo bubar sendiri saja.

Karena, masih lebih baik Prabowo dan BPN yang bubar, daripada Indonesia.

Jokowi-Ma'ruf Amin Diprediksi Kalah di Pulau Jawa, Ma'ruf Amin: Umat Islam Bakal Masuk Neraka!


OPERAIND- Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berupaya merebut suara pemilih di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Baca Juga: Ma'ruf Amin: Memilih Saya & Pak Jokowi Sama Saja Sudah Mengantongi Tiket Surga

Saat ini kedua paslon secara khusus membahas strategi kampanye untuk unggul di tiga wilayah ini. Namun sejumlah kalangan memprediksi, Jokowi akan mengalami banyak kesulitan untuk memenangkan pertarungan di sejumlah daerah, termasuk di DKI Jakarta, Jabar, Jateng dan Jatim.


loading...


Tokoh perubahan Dr Rizal Ramli meyakini capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tidak akan menang dalam Pilpres 2019. Menurutnya, pertarungan sesungguhnya dalam Pilpres tahun ini bakal berpusat di Pulau Jawa.

“Jokowi akan mengalami banyak kesulitan di sejumlah daerah. Jangan berharap menang lah, Jabar, Jateng, Jatim, disana petaninya pada nangis, kalau masih pede menang ya kepedean. Lah petani gula, garam dan beras nangis semua,” kata mantan Menko Perekonomian Dr Rizal Ramli saat bertemu sejumlah warg di Jawa Barat, Kamis (7/2/2019).

Baca Juga: Ma'ruf Amin: Jaga Pesantren Kita, Jangan Sampai Disusupi "Mantan Penculik"

Mantan Menko Bidang Kemaritiman itu menyatakan, di Jakarta Jokowi kalah lebih dari 15 persen, meskipun timses Jokowi mengatakan Jokowi hanya kalah 10 persen. “Di Banten, paslon 01 kalah sebesar 9 persen,” paparnya.

Arus Perubahan

Hal senada disampaikan pengamat politik dari Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminudin, menurutnya, saat ini sudah cukup besar keinginan rakyat untuk mengganti presiden. Oleh karena itu jangan harap Jokowi akan menang di basis PDIP seperti di Jabar, Jateng, Jatim. Namun demikian, di Jateng kemungkinan Jokowi bisa menang tipis.


loading...


"Di Jatim, Jokowi bisa kalah tipis karena NU struktural dan PDIP serta mesin parpol kubu Jokowi cukup besar. Tapi arus besar perubahan tetap sulit dibendung," tegasnya kepada Harian Terbit, Jumat (8/2/2019).

Aminudin menuturkan, meski di Jatim, Jokowi mungkin kalah tipis. Tapi di Jabar dan DKI Jakarta, Jokowi bisa kalah telak. Karena kalangan terpelajar di DKI dan Jabar jumlahnya sangat besar. Selain itu jumlah swing voters di DKI dan Jabar juga sangat besar. Apalagi semua survei juga menunjukkan pemilih Jokowi didominasi lulusan SD atau berpendidikan rendah.

"Adanya keinginan perubahan presiden kuat sekali. Ekspresi pemilih dibawah sudah ada nuansa emosional. Hal itu terjadi karena makin sulitnya ekonomi dan melihat arus membanjirnya pekerja Tiongkok ke Indonesia," paparnya.

Baca Juga: Prabowo Bidik Jateng, Megawati: Pulau Jawa Lumbung Banteng, "Penculik" Jangan Coba-Coba Mendekat!!

Oleh karena itu, sambung Aminudin, asalkan tidak ada kecurangan maka peluang Prabowo menang di Pilpres 2019 sangat besar.

Bakal Tumbang

Pengamat politik Rusmin Effendy juga memprediksi calon petahana Joko Widodo bakal tumbang melawan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang. Pasalnya, masyarakat sekarang menghendaki arus besar perubahan kepemimpinan Indonesia akibat kualitas Jokowi selama berkuasa.

"Saya bisa memastikan tanda-tanda kejatuhan Jokowi semakin terang terlihat. Kondisi riil yang ada di masyarakat yang menginginkan pergantian karena pelbagai kebijakan Jokowi yang tidak pro rakyat dan kehidupan rakyat semakin terpuruk," tandasnya.

Apalagi, kata Rusmin, saat ini rakyat sudah semakin cerdas menilai pemimpin. Sehingga pencitraan Jokowi tak lagi menjadi magnit politik, bahkan menimbulkan cibiran masyarakat.

"Rakyat tak butuh pencitraan politik, tapi kerja nyata yang berdampak langsung ke rakyat. Apalagi program dan janji-janji kampanye Jokowi tidak ada yang signifikan terealisasi," tegasnya.

Menyinggung soal basis dukungan suara bagi kemenangan Jokowi, Rusmin menjelaskan, kalau di Jateng dan Jatim dianggap sebagai lumbung suara PDIP, pada saat Pilpres nanti akan mencair, apalagi Jawa Barat akibat Pilgub lalu menjadi lumbung suara Gerindra.

"Saya bisa memastikan Jawa Barat bakal menjadi lumbung suara terbesar bagi kemenangan kubu Prabowo, termasuk di Jawa Timur," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, dua bakal Capres berkunjung ke Jawa Timur di waktu yang sama, yakni Kamis (6/9/2019) hari ini. Joko Widodo, Capres petahana berkunjung ke Surabaya dan Mojokerto.

Jokowi hadir di Universitas PGRI Adi Buana di Surabaya dan berkunjung ke Pondok Pesantren Ammanatul Ummah di Pacet Mojokerto yang diasuh KH Asep Syaifuddin Chalim.

Sedangkan Prabowo melakukan ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang berada di Kabupaten Jombang, Kabupaten Bangkalan, dan Kabupaten Situbondo.

Melihat fenomena ini, Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga, Suko Widodo mengatakan, Jawa Timur memang sangat potensial dan menjadi penentu dalam pemilihan presiden tahun depan.

"Taruhlah Jawa Barat dan Banten sudah kena oleh Pak Prabowo. Lalu Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kena Pak Jokowi, maka Jatim menjadi kunci penentunya," kata Suko Widodo, yang dihubungi Surya (Tribunjatim.com Network), Kamis (6/9/2019).

Sementara itu, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) menyebutkan, elektabilitas Presiden Joko Widodo masih mengungguli Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Bila pemilihan presiden diadakan sekarang di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Jokowi unggul di atas calon-calon lain, termasuk Prabowo" kata peneliti SMRC Sirojudin Abbas saat memaparkan hasil surveinya di Kantor SMRC, Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Abbas mengatakan, keunggulan Jokowi di Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak begitu mengejutkan.

Sebab, sejak pilpres 2014 lalu, Jokowi memang unggul di dua daerah tersebut.

Menanggapi hal itu Ma’ruf Amin menilai kalau seluruh Umat Islam bukan hanya malu tetapi bisa masuk neraka semua, karena tidak mampu mendukung salah satu tokoh yang memiliki darah Pasundan untuk maju sebagai wakil presiden..Selanjutnya