Tampilkan postingan dengan label TKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TKA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2019

Soal Isu TKA, Dubes China: Tenaga Kerja yang Kami Datangkan Ke RI Tidak sebodoh & Semalas Kalian


OPERAIND- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Kedutaan Besar China di Indonesia menyelenggarakan seminar yang membahas sosialisasi investasi dan ketenagakerjaan. Acara ini dilaksanakan di Jakarta, 17 January 2018.

Baca Juga: Dubes China: Ribuan Pekerja Kami Telah Membangun Indonesia, Seharusnya Kalian Berterimakasih

Seminar bertajuk "Kebijakan dan Prosedur Penggunaan Tenaga Kerja Asing di Indonesia" itu dibuka oleh Duta Besar China untuk Indonesia Wang Liping dan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Rizal Affandi Lukman.



loading...



Acara itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan pemerintah kedua negara dalam membahas isu investasi dan penempatan tenaga kerja asing.

Dalam kata sambutannya, Dubes Wang Liping menjelaskan, meski investasi dan pengembangan proyek China di Indonesia mengalami peningkatan, isu ketenagakerjaan--yang merupakan faktor pendukung kelancaran kedua aspek--masih mengalami kendala.

Baca Juga: Ma'ruf Amin: Memilih Saya & Pak Jokowi Sama Saja Sudah Mengantongi Tiket Surga

"Indonesia berada di peringkat lima besar sasaran investasi luar negeri China, sehingga membuat penanaman modal dan pengembangan proyek di Indonesia sangat banyak," ujar Duta Besar Wang Liping pada Senin (17/1/2018).

Baca Juga: Ma'ruf Amin: Jaga Pesantren Kita, Jangan Sampai Disusupi "Mantan Penculik"

"Namun, ketenagakerjaan masih menjadi isu khusus bagi kedua negara," ucap sang dubes, padahal tenaga kerja yang kami datangkan seorang ahli dalam bidangnya masing masing, tidak sebodoh dan semalas kalian, mereka orang orang terpilih.

Wang Liping menggarisbawahi kesulitan Tiongkok untuk mengirim tenaga kerjanya ke Indonesia. Menurut sang dubes, sejumlah kendala administrasi, birokrasi, dan kebijakan merupakan faktor yang membuat sulitnya mengirim tenaga kerja China ke Indonesia.



loading...



Pemerintah China, melalui Dubes Wang Liping, juga menyadari bahwa Indonesia berusaha untuk menekan arus tenaga kerja asing demi memberikan kesempatan bagi tenaga kerja lokal.

"Permasalahannya, masih ada sejumlah tenaga kerja lokal yang belum memenuhi standar kualifikasi dalam sejumlah pembangunan proyek investasi pembangunan China di Indonesia," ujar Wang Liping.

Terkait hal itu, Dubes Wang Liping menjelaskan, Tiongkok bersedia untuk melakukan pengembangan keterampilan bagi tenaga kerja Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Rizal menegaskan pentingnya keseimbangan dan koordinasi dalam hal penanaman modal, penempatan, dan pembinaan tenaga kerja bagi kedua negara. Dan seminar tersebut dapat menjadi sosialisasi mengenai mekanisme prosedur penempatan tenaga kerja asing asal China di Indonesia.

"Kita selama ini menyambut baik investasi China yang semakin penting untuk pengembangan pembangunan untuk Indonesia. Terkait ketenagakerjaan, seminar ini bisa menjadi bentuk sosialisasi untuk China dalam aspek penempatan tenaga kerja asingnya di Indonesia," jelas sang deputi.

Sejumlah proyek, seperti pembangunan transportasi kereta cepat di Jawa, merupakan hasil investasi dari China. Rizal berharap, proyek itu mampu membuka lapangan pekerjaan besar bagi tenaga kerja Indonesia.

"Kita bertujuan, dalam sejumlah proyek investasi asing, tenaga kerja Indonesia bisa terlibat di dalamnya. Investor asing juga dapat melibatkan tenaga kerjanya, namun harus mengikuti prosedur yang ada seperti yg di atur dalam UU Ketenagakerjaan tentang Tenaga Kerja Asing," ujar Rizal.

"Pada aspek itu, kita menyambut baik rencana China yang ingin terlibat dalam peningkatan kualifikasi tenaga kerja Indonesia. Pemerintah kita sendiri pun juga memiliki sejumlah mekanisme peningkatan kualifikasi, agar tenaga kerja kita mampu bersaing dengan tenaga kerja asing," tambahnya.

Sosialisasi yang dikemas seminar itu juga turut dihadiri sejumlah pejabat dari China dan Indonesia. Mereka antara lain, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Maruli Hasoloan, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny Sompie, Direktur Wilayah III BKPM Wisnu Soedibjo, Sekjen China Chambers of Commerce Liu Cheng, dan Asdep Ke.. Selanjutnya..

Minggu, 20 Januari 2019

Langsung Dideportasi, Puluhan TKA Asal Tiongkok Tanpa Dokumen Diusir Dari Aceh


OPERAIND,- Dinas Tenaga Kerja Provinsi Aceh memergoki 51 orang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di PT Shandong Licun Power Plant Technology Co.Ltd yang lokasinya berada di PT Lafarge Holcim Indonesia di Lhoknga, Aceh Besar.

TKA tersebut diketahui tanpa dokumen lengkap saat digrebek oleh Dinas Tenaga Kerja Aceh. Dari jumlah itu, satu tenaga kerja dinyatakan ilegal.


loading...


Juru Bicara Pemerintah Aceh, Wiratmadinata mengatakan, awalnya Dinas Tenaga Kerja meminta para TKA untuk melengkapi dokumen kerja. Namun, permintaan itu tidak dihiraukan, lalu pihaknya meminta TKA tersebut meninggalkan Aceh.

Pihaknya memberi waktu hingga Sabtu sore, untuk TKA keluar dari Aceh. Sementara satu orang yang dinyatakan ilegal, langsung di deportasi ke Negera asalnya.

“Sabtu sore Disnaker akan memastikan bahwa seluruh TKA harus keluar dari Aceh paling telat Pukul 18:00 WIB,” kata Wiratmadinata saat dikonfirmasi pada Jumat malam (18/1/2019).

Jika para TKA ini tetap tidak mengindahkan permintaan itu, lanjut Wira, maka pihak Pemerintah Aceh akan mengambil tindakan tegas. Proses keluarnya para TKA itu juga jadi tanggung jawab perusahaan.


loading...


Selanjutnya tugas pihak Imigrasi untuk memutuskan apakah mereka akan di deportasi keseluruhan atau hal lainnya.

“Pihak perusahaan tidak kooperatif, semuanya (TKA) dikeluarkan dari Aceh,” sebutnya.

Kamis, 17 Januari 2019

Dipecat Dengan Sepihak, Pekerja di Bengkulu Hajar 2 Bos China Hingga Babak Belur



OPERAIND,- Dua warga negara (WN) asal Tiongkok, Yan Guozhong (50) dan Chang Cheng Yun (41) diduga dianiaya mantan pekerjanya pada Rabu (16/1/2019). Pelaku diduga berinisial RH (23), warga Teluk Sepang, Kampung Melayu, Bengkulu.
Korban diduga dianiaya lantaran pelaku sakit hati telah dipecat pada Senin 15 Januari 2019. Terduga pelaku itu sebelumnya bekerja pada salah satu perusahaan di Teluk Sepang yang dipimpin korban.


loading...


Yan Guozhong mengalami luka bengkak di bagian pelipis, kaki mengalami memar dan luka di pelipis sebelah kanan karena penganiayaan tersebut. Sementara, Chang Cheng Yun luka di bagian tangan dan kaki diduga akibat pukulan benda tumpul. Saat ini, mereka menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu.

Informasi dihimpun okezone, sebelum dugaan penganiayaan, korban sedang mengawasi pekerja di salah satu perusahaan di Teluk Sepang. Tak lama berselang, terduga pelaku tiba di lokasi tersebut.

Terduga pelaku langsung menghantam korban dengan sebongkah kayu hingga terkapar. Beruntung, salah satu pekerja sempat mencoba melerai aksi dugaan penganiayaan tersebut.

Nyawa korban masih bisa diselamatkan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan medis. Saat ini, kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti satu buah balok kayu dan besi.


loading...


Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno mengatakan, kasus dugaan penganiyaan tersebut sudah ditangani Polres Kota Bengkulu.

''Iya, sudah ditangani Polres. Terduga pelaku masih di buru. Barang bukti dugaan penganiyaan telah diamankan,'' kata Sudarno, ketika di konfirmasi okezone melalui sambungan telefon genggamnya, Rabu malam..Selanjutnya