Tampilkan postingan dengan label Inflastruktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inflastruktur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2019

Dubes China: Selama Ini Pekerja Kami Telah Ikut Membangun Indonesia, Seharusnya Ada Rasa Terimakasih!!

Foto: Dubes China Xiao Qian saat memberikan pidatonya tentang pembangunan Indonesia

OPERAIND- Duta Besar China untuk Indonesia mengatakan ribuan pekerja asal negaranya datang untuk membantu membangun Indonesia.

Baca Juga: Utang Indonesia Naik Jadi Rp 5.275 T, Jokowi: Maaf Itu Bukan Urusan Saya, Saya Hanya Melanjutkan

Pekerja yang didatangkan juga merupakan para ahli di bidangnya, seharusnya masyarakat indonesia berterimakasih kepada kami yang secara besar besaran telah membantu indonesia sesuai tenaga maupun materi ujar Dubes China.


loading...


Pernyataan ini disampaikan Dubes China Xiao Qian menyusul laporan membanjirnya tenaga kerja asing (TKA) China di beberapa wilayah Indonesia, salah satunya di pertambangan Morowali, Sulawesi Tengah.
"Ada beberapa ribu orang (China) yang bekerja di Indonesia, teknisi, ahli, dan juga buruh.

Mereka membantu membangun Indonesia," kata Xiao kepada kumparan, Rabu (30/5).

"Karena ada kerja sama dan proyek. Untuk memulai proyek ini, Anda butuh para ahli yang mahir untuk menjalankan instrumen mesin dan lainnya," lanjut Xiao.

Baca Juga: Tagar #UninstallJokowi Mendunia, Rocky Gerung: Bukti Rakyat Menginginkan Presiden Baru

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Morowali, jumlah TKA China di Morowali mencapai 3.113 orang.

Perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Morowali, PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP), mempekerjakan sebanyak 2.145 TKA China, seperti dikutip Antara.

Karena banyaknya TKA China di Morowali, lantas muncul istilah "Guangzhou-nya Indonesia". Muncul juga kekhawatiran lahan pekerjaan yang direbut para TKA dari warga lokal.


loading...


Namun menurut Dubes Xiao kekhawatiran itu tidak perlu. Dia mengatakan, saat ini mereka tengah berproses untuk melatih pekerja lokal untuk bisa mengerjakan pekerjaan yang saat ini dilakukan TKA.

"Menggunakan buruh dari China lebih mahal. Berangsur-angsur kami akan pakai pekerja Indonesia," kata dia.

Baca Juga: (VIDEO) Soal Jokowi Ingkar Janji, UAS: Justru Presiden Jokowi Memberi Lebih Dari Yang Dijanjikan Untuk Indonesia

Dia juga mengatakan bahwa porsi pekerja lokal pada ribuan perusahaan China yang berinvestasi di Indonesia jauh lebih besar. Salah satu contohnya adalah Bank of China yang punya cabang di beberapa kota di Indonesia.

"Bank of China di kantor Jakarta punya puluhan pekerja China, tapi ratusan pegawai lokal. Di cabang Medan dan Surabaya bahkan seluruhnya pekerja lokal, tidak ada pekerja China," tutur Xiao.
"Di Morowali ada ribuan teknisi dari China. Tapi ada lebih da.. Selanjutnya..

Rabu, 16 Januari 2019

Tol Krupuk Demi pencitraan!! Sebulan Diresmikan Jokowi Tol Pemalang-Batang Sudah Retak Parah


OPERAIND- Ruas jalan Tol Pemalang-Batang KM 321 menuju Kabupaten Batang mengalami keretakan. Bahkan pondasi penahan ruas tol kanan-kirinya juga mengalami longsor.

PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR), anak usaha PT Waskita Toll Road menyatakan kerusakan yang terjadi pada kemiringan/kelandaian (slope) jalan tol diakibatkan curah hujan yang tinggi dan membuat air meluap hingga menggerus jalan.



loading...



Retaknya jalan tol ini sendiri terjadi pada 16 Januari lalu. Keretakan terjadi di satu Titik Ruas jalan Tol Pemalang Batang tepatnya di KM 321 jalur A.

Seperti diketahui, ruas Tol Pemalang-Batang ini belum lama diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Desember 2018 lalu. Ruas tol ini menjadi bagian dari Tol Trans Jawa. Berikut informasi selengkapnya.

Pemalang Batang Toll Road (PBTR) menyatakan kerusakan yang terjadi di jalan bebas hambatan tersebut akibat tingginya curah hujan. Karena curah hujan yang tinggi dan membuat air meluap hingga menggerus jalan.

"Perbaikan sementara telah dilakukan untuk mengamankan pengguna jalan Tol dan jalan warga Desa Kelangdepok akibat peristiwa tersebut," jelas pihak pengelola.



loading...



Pihak Pemalang Batang Toll Road masih melakukan perbaikan sementara untuk bisa mengamankan pengguna jalan tol dan warga yang tinggal di dekat tol.

"Schedule perbaikan permanen selama enam hari kerja," jelas pengelola.

Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan saat ini pihaknya belum bisa memperbaiki kerusakan tersebut karena curah hujan yang masih tinggi. Untuk diketahui, pengelola ruas tol ini ialah PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR), anak usaha Waskita Toll Road.

"Kalau kondisi masih hujan belum bisa dilakukan perbaikan. Jadi sementara memperlancar drain-nya dulu agar nggak tergerus tambahan," kata Herwidiakto kepada detikFinance.

Foto: Sebulan baru diresmikan jalan tol Pemalang-Batang sudah retak parah

Nantinya, penanganan permanen akan segera dilakukan setelah cuaca membaik. Penanganan meliputi pembersihan area pekerjaan, dan penimbunan rounding dengan material tanah dengan pemadatan.

Selain itu, pihak pengelola nantinya juga akan membuat saluran dan memperbesar dimensi inlet dan pembongkaran aspal yang retak lalu pengaspalan kembali.

Ruas Tol Pemalang-Batang yang mengalami keretakan masih dapat dilewati kendaraan. Ruas jalan tol itu tidak ditutup.

Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan tidak dilakukan penutupan terhadap ruas tol tersebut. Sebab, titik keretakan tak mengganggu badan jalan, hanya bahu jalan yang terdampak.

"Tidak ditutup (jalannya). Kan yang tergerus di rounding abutment-nya. Berarti bahu jalannya aja pasti ada yang terdampak turun," kata Herwidiakto kepada detikFinance.

Oleh karena itu, kata Herwidiakto, ruas jalan tol tersebut masih dapat dilalui, walaupun hanya dua lajur. Sedangkan untuk bahu jalan diberi pembatas agar tak dilewati kendaraan.

"Makanya dua lajur tetap bisa dilalui. Hanya dipakai cone-cone supaya tidak lewat bahu jalan yang turun," tuturnya.

Herwidiakto mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan penanganan sementara agar tak terjadi kerusakan tambahan.

"Pengamanan bawah sudah dilakukan supaya tidak ada gerusan lagi. Masih penanganan darurat. Yang retak diisi mortar dulu supaya tidak kemasukan air. Terus lereng bawah ditutup terpal, penanganan sementara sebelum perbaikan," tuturnya.